Senin, 19 Desember 2011

TeTaP LaH MeNJadI BiNTaNG Di LaNGiT........

        Krieeeettt........ suara pintu yang terbuka

        " Vie, iklan ini naik tayang jam sekarang ya ".
        " Iklan apa pak?? Spot promo Konser akrab jarum Coklat ".
        " Waaahh.. buat di tasik?? siapa aja artisnya pak?? "
        " Yaaahhh..... sesuai iklan yang ada di TV. PADI, GIGI dan NUGIE "
        " Waahhh........ ??? ". sergah ku sembari hampir loncat.
        " Kenapa kamu Vie?? kaget banget kayaknya?? ".
        " Paddiii... paaakkkk.. Padiiii... ".
        " Kenapa dengan PADI??
        " My Fave Band Pakk..  wiiihh... eh, ada tawaran tiket khusu buat media nggak pak?? "
        " Oowwwhhh.. kiraian apa, ada lah pasti, kenapa emang?? ".
        " Biar saya yang pergi  yaaa.. Pak ganteeengg.... ".
        " Ngerayuu.... nggak ah.malam minggu kan prime time kamu. bawain Rendevouz...soalnya nggak ada yg bisa gantiin ngedodol ".
        " Maksutnya??? " . sanggah ku lagi dengan muka sedikit cemberut.
        " Yaa... cuman kamu kan yang bisa ngedodol dengan kata-kata romantis. jadi Bapak belum bisa ijinin kamu buat ngeliput konsernya. Sebetulnya ada session take voice nya seh... tapi biar Ova aja sama Febri. soalnya program nggak bisa kamu tinggalin atuh say ".
        " Yaaahh.. ci Bapak, nggak kasian apa liat anak buahnya sedih gara2 nggak bisa ketemu sama idola ".
rengeku lagi seraya merajuk.
        " Beuuh... dasar ABG nanggung, groupist pisan nyak. ya sudah, nanti konfirm aja ke ova mau nggak dia gantiin ngedodol ".
        "  Alhamdulillah... aduuuhh... makasi bapaku yang ganteenngg.... " Aku jingkrak-jingkrak sendiri seraya kegirangan sambil nyium tangan bos ku itu . Beeuuhh... PADI.... Fadliii... we'll meet...

        Hari pun berlalu, tanpa ada kesulitan akhirnya aku berhasil merayu ci Teh ova buat gantiin aku siaran. Mungkin karena liat mukaku yang memelas dan sedikit lebayy.. ya sutra lah.... Show time..

        Waktu yang dinantikan pun datang, Malam minggu yang indaahh.... aku berangkat ditemanin my soulmate, sahabat setiaku " Teh Febry ( Alm ), Si igo driver , dan Ni Kadek Suriatin Sahabat dari Bali yang nyambi siaran. Tiba di lokasi, semuanya udah crowded, untung dapet ID News Card, jadi bisa melenggang masuk ke arena konser dengan fasilitas VIP, paling depan. Pas di Gerbang masuk , nggak sengaja berpapasan dengan My Idol Fadly Padi, tanpa pikir panjang aku ngambil kesempatan untuk bersalaman langsung. Untung Si Fadly orangnya humble, jadi nggak terlalu sulit untuk itu. Beberapa waktu kemudian aku sudah bediri di jajaran paling depan, dan siap siaga dengan camera digitalku buat jeprat jepret. Konser di buka dengan penampilan apik kolaborasi Armand Maulana, Fadly dan Nugie. Wooowww... kereeenn....  Acara pun semakin hangat dan hot dengan musik-musik khas gigi yang menghentak dan lagu Burung Gerja miliknya Nugi yang melegenda. Pada Akhir konser, Konser di tutup oleh lagu yang aku suka banget. Yaa... Mahakarya PADI yang everlasting dan Megah " Kasih Tak Sampai ". Dari panggung Fadly meminta agar sebagian besar lighting dimatikan, dan penonton menyalakan alat pengcahayaan yang mereka bawa masing-masing. Ada center, Lilin , bahkan ada yang bawa Obor. Suasana pun jadi hening haru dan Indah, saat melodi intro lagu dialunkan, bertambah haru ketika suara khas fadly yang serak berat itu mulai melantunkan lyric-lyrik dengan tingkat bahasa yang sangat menyentuh. Aaahhh... perasaaanku bercampur baur dan semakin tidak menentu ketika semua penonton yang hadir sama-sama secara serempak menyanyikan lagu tersebut. Akupun larut dalam romantisme lagu yang maha Dahsyat buat ku, dan tanpa terasa, seolah dikomando Air mata pun meleleh menerobos kelopak mata. Sedikit lebay memang, Tapi it's fact. Yaaa... dulu kan masa-masanya groupist, sampai pada satu saat di coda lagu, si Fadly melemparkan bunga yang dia pegang. dan tanpa disadari akulah yang mendapatkan Bunga itu. Woooww...... Kereeennnnn momentt.. Makasi gumamku dalam hati :).
Konserpun berakhir semua penontonpun bubar. Menenggelamkan kesan masing-masing untuk malam ini, melepas kelelahan dan menuju pulang. Tapi tidak dengan ku. Aku Si keukeuh sumeukeuh yang pengen dapetin foto bareng Fadly dan minta take voice buat di station ku. Aku dan crew langsung menuju Hotel Crown dengan Q Surfer. Setibanya di Pelataran parkir Crown, suasana masih riuh. Rupanya banyak juga yang langsung dateng ke sana. Di sana ketemu dengan beberapa rekan dari media broadcast ataupun koran. dan beberapa groupist yang bergerombol. Pihak EO masih berjibaku jadi pagar betis, karena para Artist sedang makan malam. Aku memeberanikan diri menghampiri LO nya.
      " Mas, ada space waktu buat kita nggak, mdia."
      " owwhh... mohon maaf , sepertinya nggak ada, karena abis makan malam mereka langsung istirahata, kelelahan. Jadwal manggu kan padet. Besok roadshow lagi jam 5 pagi harus ke Cirebon. "
    
      " Waaahhhh.... masa sih mas?? kasi space dong, kita mau take voice dan sedikit wawancara".
        sedikit mngeles mengatasnamakan profesi padahal pengen tanda tangan. xixixixix....
      " maaf mbak sepertinya nggak bisa".
  
       Aku langsung bergaining dengan beberapa rekan dari radio dan harian surat kabar. sedikit mengompori supaya dapet space waktu. Akhirnya semua sepakata minta waktu ke LO. kami langsung menemui kembali LO nya.

       " Mas , ayo dong kasi kami space. ini penting lho. kapan lagi mereka ke sini "
       " Maaf, nggak bisa mas, tuuhh.. udah pada mau masuk kamar. "
     
       Sekilas terlihat band PADI ke luar dari resto room, menuju ke penginapan. Dengan sedikit mengenyampingkan rasa malu aku langsung berteriak

       " Mas Fadly, Bisa minta waktu sebentar nggak?? "
       Mereka pun menoleh, dan sedikit berbincang-bincang.
       Tanpa komando, akupun lberteriak lagi
       " Pleaseeee...... just a moment " sambil menangkupkan kedua tangan di dada seraya memohon.
       Mereka pun berunding lagi lalu menoleh ke arahku , dan mengangguk.
       " Kyaaaaaaa..... Yeeess... alhamdulillah... Maksi banget yaa.".
       Tanpa komando kamipun serempak menghampiri. Dengan penuh semangat , aku langsung menuju ke group Band PADI.
      " Mas Fadly, thank U ya buat waktunya , bisa minta take voice nya".
      " Boleh.. silakan ".
       Take voice pun segera di lakukan, walo harus diulang beberapa kali. Sehabis take voice aku langsung mendekat ke sang vocalist, sembari menggamit tangan Febry sahabatku dan Ni  Kadek.
       " Mas, bisa minta foto bareng buat evident kita , boleh yaa.. "
       Dengan senyum khas nya sang vocalist itu pun mengangguk. Kami pun berfoto bareng. seusai berfoto, aku langsung ngomong
       " Tau nggak, saya ngefans berat lho sama mas Fadly  dan team.".
       " O, Ya... makasih mbak ". dengan senyum yang tetep tersungging
       " Yaaa.. saya hafal banget semua lagu dari album PADI yang pertama, 'Sesuatu Yang Tertunda.'. Terutama lagu yang Kasih Tak sampai. suka banggeettt.. , boleh nggak saya minta tanda tangan??".
       " Owwhh.. silakan boleh, ini saya kasi Sampul cassete ya... ". sambil membawa sesuatu dari sakunya, dan dia menuliskan sesuatu lengkap tanda tangan.
       " Ini, untuk kamu mbak". mengulurkan sesuatu ke padaku.
       " Waaahhhh.. makasiii... thanks ya... "  seruku dengan girangnya. saking girangnya aku nggak sempet liat apa isi tulisan dari sampul cassete itu.  Kami pun langsung pamit, dan siap-siap menuju Mobil Q surfer yang udah menunggu. Setiba di OB Van, kamipun langsung masuk dan membantingkan tubuh kami . Lelah yang tiada tara, setelah aktivitas seharian. Pas Ceck HP ku ,waktu sudah menunjukan jam 03.00 WIB.  Q Surfer pun terus melaju meninggalkan Parkiran Hotel Crown, melesat membelah kota Tasik resik yang sepi. Dingin menyelimuti kami hingga kami terkantuk. Tapi di sela kantuk, aku coba membuka pocket gantungku. . Aku keluarkan sampul kaset yang tadi dikasi si Fadly. Perlahan aku coba membaca tulisannya yang dia tulis tangan di atas tanda tangannya.

           " Tetaplah Menjadi Bintang di Langit, Agar Persahabatan Kita Abadi "

         Wow... gumamku dalam hati. ternyata dia engeh juga bahwa aku sangat memfavoritkan lagu itu.... Tak terasa mobil q Surfer terus melaju, meninabobokan kami yang kelelahan samapai akhirnya terkantuk. dan sampul cassete itu tetap tergenggam dalam tanganku, Menjelmakan syair itu dalam visualisasi mimpi. Mimi yang sangat panjang, Sepanjang perjalanan kami ke Puncak Bukit Primera Dimana Station kami berada....



          ***  Tetaplah menjadi bintang Di Langit, Agar persahabatan kita abadi.........
                  Untuk persahabatan abadi yang tak terpisahakan ruang dan waktu
                   In Memoriam my best friend " Febriyanti Dewi "







        "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar