Menatap mu lekat-lekat
Wahai sang penjaga hati,
Mengamati tiap inchi wajahmu yang terlelap
Serupa jamu yang selalu membuatku hidup...
Tegarr....
Dan selalu bangkit dari jatuh terpuruku
Menatap mu lekat-lekat
Wahai sang penyeimbang hidup..
Seolah tak bosan menikmati tiap sudut bentuk wajahmu yang sedang terpejam
Seperti telaga yang tak henti menyimpan tumaninah
Membuatku selalu merasa permata
Atau putri kecil yang selalu haus belaian....
Menatapmu lekat-lekat
Wahai sang pembentuk remuk utuhku
Seolah tak lekang cintamu meski tertidur
Menunda tangan sejenak
Untuk kau rentangkan esok
Menghidangkan tempat terindah
Memeluku utuh dalam nyanyian cinta
Yang tak berujung waktu...
**** Sekeping hati itu seperti candu yang tak kan berhenti memabukanku dalam tasbih cinta