Suatu hari, di sebuah jalan yang tak bertepi seorang perempuan berdiri dengan riuk wajah bingung tergurat jelas di dahinya. Sepertinya sesuatu yang dahsyat telah berlaku pada hidupnya. Entahlah, cuma perempuan itu yang tau pasti apa gerangan terjadi. Sembab mata mengisyaratkan kesedihan. Dia duduk diantara ada dan tiada, diantara hamparan perasaan yang tak terbaca, diantara sepi dan riuh yang tak pernah terkaca. Perempuan itu selalu bergumam, gumamannya tak terdeskripsikan indra. Hanya hela nafas yang terlihat terhembus dari hidungnya yang juga sembab. Tanpa di sadari seorang ibu datang menyapa
" Sedang apa di sini Nak...?? , sendirian ?? "
" Iy... iya Bu. " jawab perempuan itu singkat .
" Kenapa kamu sendirian saja, tidak takutkah kamu Nak?".
" Tidak Bu, ketakutan sudah menjadi imune dalam hidup saya. Sejak saya tertinggal oleh gerusan waktu, saya tidak pernah merasakan takut akan sesuatu."
" Benarkah ?? Tapi apa kamu pernah merasakan takut sebelumnya? ".
" Ya.. dulu waktu kecil. Sempat saya ketakutan kala siang berganti malam. Hujan deras, gelap karena matahari beranjak dari riuhnya siang. Saya menggigil Bu, dihantam sepi yang tak berujung karena semua penghuni rumah tidak mau menemaniku di saat itu. Saya pun bingung, harus ke mana saya bicara. Tapi untunglah, hujan segera reda. Saya pun mencoba ke luar, menatap langit, menemukan cahaya yang sahaja. Tapi jelas, dan redup di mata. Hingga saya dapat melihat rupanya dengan sempurna. Yaa... saya menemukan bulan sedang duduk setia menjaga malam yang anggun. Tersenyum, dan seketika menghilangkan rasa takut dan gamang saya Bu. Saya pun membalas senyum, saya mengangguk dan berteriak , ' Hai Bulan...... maukah kau menjadi sahabatku, menemaniku tanpa batasan waktu, siang ataupun malam?' Bulan itupun mengangguk dan tersenyum menebar rasa dami yang menyelusup di hati saya, saya pun teriak... bernyanyi dan menari. |Semenjak saat itu, ketakutan sudah bukan bagian dari hidup saya Bu. "
" Begitukah, Kamu sungguh bruntung Nak.... itu pertanda kamu sudah menemukan bagian dari hidup kamu. Syukurilah, dan jagalah perasaan itu. Karena kamu akan mendapatkan ketenangan hakiki. |Di mana kamu akan merasa nyaman walaupun sedang dalam kekurangan. Kamu akan merasa luas dimana kamu dalam kesempitan. Bertasbihlah, karena itu tak lepas dari Rahasia Illahi yang tak terperi".
Setelah itu Si ibu pun pergi. perlahan tertelan halimun yang menyelimuti jalan tak bertepi. Meninggal pesan yang begitu dalam, dan akhirnya menghilang..... meninggalkan perempuan sembab terduduk kaku tanpa bayangan.
Jumat, 25 Februari 2011
Kamis, 24 Februari 2011
" Besok aku pulang lagi ke rantau, sebelum pulang aku pengen ketemu sama kamu Dek "
Laki-laki bertopi caping berbaju lurik bertahan termangu di ujung ragu,
Menunggu bergulat dengan penasaran yang hebat.
Perempuan lugu menilik dari kejauhan, mematung pun terpaku
Dia menoleh,
Perempuan berkelit
Bersaru tembok tak terpendar.
Laki-laki bertopi caping berbaju lurik itu masih ringkih
Tetap bergelut dengan ragu dan waktu
Menanti perempuan dalam biru mengahru datang
Membentang harap untuk sebuah awal cerita
Sebelum semua terbang selayak kapas terbias angin
Seperti hembusan hawa yang terdesir dari gunung lawu yang tempo hari tertunda
Tertidur dalam larian bulan yang berevolusi sendiri
Menanti.....
Mengharap.....
Berlari,
Perempuan itu pun jatuh dalam pelukan halal
Tak terlarang waktu dan ruang
Laki-laki bertopi caping berbaju lurik terlihat berbisik
" Besok aku pulang lagi ke rantau, sebelum pulang aku pengen ketemu sama kamu Dek "
Menunggu bergulat dengan penasaran yang hebat.
Perempuan lugu menilik dari kejauhan, mematung pun terpaku
Dia menoleh,
Perempuan berkelit
Bersaru tembok tak terpendar.
Laki-laki bertopi caping berbaju lurik itu masih ringkih
Tetap bergelut dengan ragu dan waktu
Menanti perempuan dalam biru mengahru datang
Membentang harap untuk sebuah awal cerita
Sebelum semua terbang selayak kapas terbias angin
Seperti hembusan hawa yang terdesir dari gunung lawu yang tempo hari tertunda
Tertidur dalam larian bulan yang berevolusi sendiri
Menanti.....
Mengharap.....
Berlari,
Perempuan itu pun jatuh dalam pelukan halal
Tak terlarang waktu dan ruang
Laki-laki bertopi caping berbaju lurik terlihat berbisik
" Besok aku pulang lagi ke rantau, sebelum pulang aku pengen ketemu sama kamu Dek "
Minggu, 20 Februari 2011
Manusia kadang aneh, selalu mengeluh... mengeluh... dan mengeluh... ketika Alloh memberikan hujan, manusia langsung menggerutu menampik dan menghujat pengen panas. Dengan alasan, hujan identik dengan kemalasan. hujan selalu membatasi ruang gerak manusia dlm beraktifitas. hujan menyebabkan banjir, kemacetan, atau cucian yg g kering2. Padahal nyata2 Alloh mengatakan bhwa hujan sebagian dari rahmat dan rejeki. Di mana hamparan tanah yg tersaji bisa menumbuhkan berjuta2 tanaman yg berguna buat manusia juga. kalau akhrnya toh menimbulkan banjir atau macet ya itu akibat kesalahan sndri. Pun ketika Alloh menurunkan panas, Manusiapun lagi2 menggerutu. Ya itulah manusia. Padahal kalo qta bisa lihat sesuatu dari sisi positifnya, pasti hidup ini akan terasa lebih indah. Pun ketika kita menemukan hidup yg tidak sesuai dg apa yg kita impikan. Ingat Alloh tidak melulu ngasi apa yg qta inginkan melaikan apa yg qta butuhkan. Tetaplah berikhtiar dan bertawakal, Jika itu udah menjadi qodho dan qodar qta, maka kuncinya ikhlas
Sabtu, 19 Februari 2011
Aku, Untuk mu Nak...
Ku layangkan kecupan terhangat yang pernah ada di dunia ini.
Ku sematkan bulir-bulir do'a hasanah untukmu.
Tak perlu rasanya aku bilang betapa berat aku menggendongmu dalam perut
Selama 9 putaran bulan berlari pada orbitnya.
Tak perlu juga aku bilang padamu betapa bentuk badan dan kerutan-kerutan liar menghantuiku
Tak perlu juga aku bilang padamu betapa nafasku tersengal setiap kamu bergerak di rahimku,
Pun aku yang tergelepar kepanasan stiap malam datang.
Tak perlu juga aku bilang kepaadamu betapa aku harus memaksakan meminum susu yang sama sekali tidak aku sukai,
Tak perlu juga aku bilang padamu betapa kematian itu terasa dekat,
Mencekik leher dan nafasku ketika aku berjuang untuk mengeluarkanmu......
Tak perlu .... semuannya tak perlu aku katakan
Yang aku ingin bilang padamu cuma satu....
" Aku mencintaimu Nak.... lebih dari apa yang aku mampu"
20/02/2011
Just for U my lil angel " Noyya"
Bismillaahh.....
Setiap orang punya sesuatu yang terpendam, sesuatu yang tak mungkin hanya tersampaikan lisan, melainkan harus dituangkan dengan media yang lebih bisa memahami isi sebuah sesuatu dengan pemikiran. Yaa.... dengan tulisan. Dengan Bismillah..... aku coba menghimpun perasaan-perasaan dan pemikiran yang terserak. mudah-mudahan bisa menjadi media di mana aku bisa meneriakan sesuatu yang kadang tercekat........
Langganan:
Postingan (Atom)
