Senin, 08 Agustus 2016

Sajak Sang Hawa

Sajak ini hanya sebuah kumpulan rasa
Rasa yang tak bisa dikatkan hawa kepada adam
Yaa... hawa kepada adam.

Sajak ini hanya ingin melukis sebait cinta
Cinta yang tak sanggup dilukiskan oleh hawa kepada adam
Yaa... hawa kepada adam

Adalah aku, 
Perempuan yang menjadi tulang rusuk mu kini...
Aku sering mengeras seperti halnya tulang
Aku sering tak lurus seperti halnya rusuk
Tapi ketahuilah, aku sanggup menjaga organ organ pentingmu
Jantungmu....
Hatimu....
Dan juga rasa yang terendap di antara ke duanya...
Yaitu Cinta...

Adalah aku,
Perempuan yang menjadi selimutmu kini
Aku sering melepuh seperti halnya kain selimut
Aku sering lusuh seperti halnya bahan kain selimutmu
Tapi ketahuilah...
Rahimku...
Tanganku ...
Teramat kokoh..
Sanggup menopang benih cinta sampai sembilan bulan lamanya...
Hingga tak takut bergelut dengan maut sekalipun
Demi mengeluarkan benih cinta yang kamu semaikan sebelumnya...

Adalah aku,
Perempuan yang sangat mencintamu dengan caraku...
Perempuan yang tak pernah berhenti memujamu 
Perempuan yang takluk dengan semua titah rajaku...
Yaa... raja hatiku...
dan itu , 
Kamu....


*** Els



Minggu, 07 Agustus 2016

Ruang Jingga Pujangga

Adalah jingga di ruang ini...
Diantara remahan cinta yang terbungkus rasa.
Tak perlu menunggu senja untuk bisa mengatakannya.
Karena senja tak pernah memberi kesempatan
Karena senja tak perlu menunggu
Karena senja tak pernah datang


Adalah jingga di ruang ini
Diantara sukma yang terpanggang cinta
Tak perlu menunggu gulita
Karena gulita tak pernah janji untuk pulang
Karena gulita tak pernah menitip pesan
Karena gulita tak pernah pamit


Adalah jingga di ruang ini
Di antara serpih tawa yang terbungkus setia
Tak perlu juga menunggu fajar
Karena fajar tak pernah berkata
Karena fajar tak pernah bercerita
Karena fajar tak pernah bercengkrama


Adalah jingga di ruang ini
Di ruang raga yang mencinta


*** Els