Sabtu, 09 Agustus 2014

Satu Jam LeBiH DeKat DeNgaN SaHaBaT BeLiaKu....

Hari yang sedikit melelahkan tapi syarat senyuman. Memang indah bertemu orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita, terlebih sahabat yang mempunyai tingkat chemistry yang sangat kuat. Tak perlu berbasa basi , cerita pun mengalir begitu saja, sambung menyambung seperti serenada atau kaleidioskop di sela tawa. Sekedar menertawakan keluguan atau kekonyolan yang pernah dilakukan bersama ketika belia. Dan sekarang ketika kita sudah mulai menua, waktupun kembali menyisihkan wakyunya, anak-anak pun menjadi pendengar setia tanpa harus mengerti apa yang terjadi , dengan sesekali sunggingan senyum suami-suami yang mungkin bisa sedikit mengerti.

Terima kasih untuk tawa yang dibagi hari ini sahabat.... setidaknya bisa menjadi therapy di tengah hiruk pikuk aktivitas hari-hari kita. Semoga silaturahmi ini tidak akan terputus sampai di sini untuk bertemu di kemudian hari.

Tulisan ini saya tulis untuk kalian sahabat beliaku 
 — penuh cinta , bersama Nurul Huda El-Sya'bana dan 3 lainnya di Daleum City.

Daleum, 09 Agustus 2014
@Evy El Syihab

Entah itu seneng, sakit , nyeseuk, pada akhirnya waktu yang menjawab. Dan cerita2 gokilnya masih tetep sedeeeppp buat dikenang.
  

Kamis, 07 Agustus 2014

Cumbuan Malam

Malam mencumbui aku dengan hangatnya
Seperti hangat secangkir teh
Yang aku seduh sore tadi
Untuk kemudian aku reguk malam ini

Ada yang lupa
Aku tak meneteskan gula pada tehnya
Sebetulnya tidak terlalu masalah
Karena manis seringkala jadi kamuflase yang tersimpan
Karena manis kadang berefek ringkihnya daya tahan tubuh.

Sudahlah yang lupa tidak usah terlalu di rasa
Karena kalau di rasa hanya akan berbuah penyesalan
Penyesalan yang kadang berujung hambar
Lupakan saja
Seperti hujan yang datang sore tadi
Yang ketika tanah mengering kembali
Seperti itulah ingatanku pada hujan
Atau seperti aku melupakan keteraturan terbitnya matahari
Yang kadang hanya dirasakan
Tanpa harus aku maknai lebih dalam
Cuma karena sudah menjadi kebiasaan.

Malam mencumbuiku dengan hangatnya
Seperti hangat matahari selepas hujan
Yang meninggalkan pelangi.

Kamis, 24 Juli 2014

Melecut kembali Semangat Menulis

Sudah sekian satu tahun saya hampir melupakan hobi nulis saya. Mungkin karena terlalu repot dengan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, tetapi ketika pada bulan juli ini saya me like salah satu fan page salah seorang penulis di FB, Entah mengapa ketertarikan dan rasa ingin mencumbui keyborad ini datang kembali dengan dahsyatnya. Mungkin karena memang timing dan momentnya tepat, sehingga memacu keinginan menulis . Dengan menulis, kita dapat mengungkapkan hal yang terkadang susah diungkapkan secara verbal dengan berbagai keterbatasan komunikasi verbal.

Sebuah tulisan mungkin saja bisa menimbulkan efect yang unpredictable, seperti halnya pekerjaan yang lain.
Dengan menulis terkadang bisa membius orang untuk mengikuti ide-ide kita. Dan dengan menulis terkadang bisa merekatkan silaturahmi orang-orang dari berbagai wilayah yang tersebar dalam ruang lingkup yang begitu besar. Cuman kadang menulis embutuhkan ide dan moment yang sangat tepat. Dan ketika seseorang ingin menulis, yang harus dia kalahkan adalah dirinya sendiri. Bagaimana mengusir sebuah kemalasan untuk memulai, dan kebuntuan ide. Untuk itu, saya rasa kegiatan menulis harus dilakukan secara kontinuitas, agar tetap terjaga spirit dan ide-ide segarnya.

Maka untuk ke sekian kalinya, saya berusaha untuk melecut diri agar  selalu konsisten dalam belajar dan  menjaga mood untuk menulis itu sendii

Bismillah........
Semoga menjadi seuah aktivitas lain yang menyenangkan di kala penat menyergap dengan hebatnya.
Amiinn... Yaa... Rabb...  ^_*