Rabu, 13 Mei 2015

Cinta Tanpa Batass...

Beberapa hari kemarin, aku menemukan sebuah artikel berita di salah satu media viral indonesia yang memuat Puisi Cinta Pepeng untuk sang istri. Puisi nya ringan banget, dikemas dengan diksi yang real, tanpa kata-kata prismatis yang jelimet dan berat, tapi isinya daleeeeemmm  bangeeett.....

Selama membaca aku seolah di bawa ke alam bawah sadar, mencoba berimajinasi memvisualisasikan isi kata demi kata dalam benaku sendiri. Cinta yang begitu dahsyat tersirat di sana. Cinta sebenar, tanpa basa-basi, tanpa syarat dan ketentuan berlaku. Betapa mereka saling melengkapi dalam kondisi apapun, dan memandang sebuah kejadian yang unconditional dari sudut pandang yang positif. Cinta yang tanpa gombal namun terasa dalam kehidupan. 

Tiba-tiba di akhir imaginasiku, aku teringat kepada sosok laki-laki yang dulu pernah aku uji. 
Di beranda mesjid agung setelah kami melepas lelah iseng-iseng aku lontarkan pertanyaan kepadanya . Iseng dan just iseng.

" A, saya punya keluhan di kaki. Terutama di tulang kering. kamu kan tau, adek gak suka susu, ikan atau lain2nya . Ade takut suatu saat nanti keluhan ini menjadi serius, bahkan mungkin mengharuskan di amputasi. rus gimana?? jadi beban doong.. "

Perlahan laki-laki itu menatap dalam, karena hanya itu yang bisa dia lakukan , seraya berkata
" Kenapa harus takut??? Kalau itu terjadi justru di sana Alloh memberi peluang ibadah yang sangat besar buat Aa. "

Sejenak kaget dengan jawabannya. orang cuman pertanyaan iseng, koq dijawab dengan jawaban seberat dan seserius itu. Saya tahu persis , laki-laki ini adalah laki-laki yang jarang becanda. Dan apa yang diucapkannya biasanya serius, buka hanya gombal seperti laki-laki yang sedang meluluhkan perempuan yang disukainya supaya dipercaya. Dan di sana hatiku gerimis... Walaupun kaget, tapi ada rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan apapun. Mungkin aku lagi ke ge-eran, atau mungkin aku perempuan yang lagi berbunga-bunga, menemukan kembali sesorang yang bisa membuatku nyaman berada di dekatnya. Tapi bukan... bukan itu... ini adalah perasaan buncah , perasaan di mana aku merasa aku tak perlu jaim atau mengada-ngada di depan laki-laki ini. Dan setelah 12 tahun berlalu.... laki-laki itu membuktikannya....
Walau pertanyaan konyol yang dulu pernah aku lontarkan sebenarnya  tidak terjadi sama sekali . Dia telah membuktikan bahwa dia adalah bagian dari kaki dan tanganku saat ini...

Semoga aku bisa membalas cintanya dengan kebaktian seperti yang dilakukan mbak Utami kepada Pepeng yang tanpa batas... tanpa syarat dan ketentuan berlaku......