Senin, 19 Desember 2011

TeTaP LaH MeNJadI BiNTaNG Di LaNGiT........

        Krieeeettt........ suara pintu yang terbuka

        " Vie, iklan ini naik tayang jam sekarang ya ".
        " Iklan apa pak?? Spot promo Konser akrab jarum Coklat ".
        " Waaahh.. buat di tasik?? siapa aja artisnya pak?? "
        " Yaaahhh..... sesuai iklan yang ada di TV. PADI, GIGI dan NUGIE "
        " Waahhh........ ??? ". sergah ku sembari hampir loncat.
        " Kenapa kamu Vie?? kaget banget kayaknya?? ".
        " Paddiii... paaakkkk.. Padiiii... ".
        " Kenapa dengan PADI??
        " My Fave Band Pakk..  wiiihh... eh, ada tawaran tiket khusu buat media nggak pak?? "
        " Oowwwhhh.. kiraian apa, ada lah pasti, kenapa emang?? ".
        " Biar saya yang pergi  yaaa.. Pak ganteeengg.... ".
        " Ngerayuu.... nggak ah.malam minggu kan prime time kamu. bawain Rendevouz...soalnya nggak ada yg bisa gantiin ngedodol ".
        " Maksutnya??? " . sanggah ku lagi dengan muka sedikit cemberut.
        " Yaa... cuman kamu kan yang bisa ngedodol dengan kata-kata romantis. jadi Bapak belum bisa ijinin kamu buat ngeliput konsernya. Sebetulnya ada session take voice nya seh... tapi biar Ova aja sama Febri. soalnya program nggak bisa kamu tinggalin atuh say ".
        " Yaaahh.. ci Bapak, nggak kasian apa liat anak buahnya sedih gara2 nggak bisa ketemu sama idola ".
rengeku lagi seraya merajuk.
        " Beuuh... dasar ABG nanggung, groupist pisan nyak. ya sudah, nanti konfirm aja ke ova mau nggak dia gantiin ngedodol ".
        "  Alhamdulillah... aduuuhh... makasi bapaku yang ganteenngg.... " Aku jingkrak-jingkrak sendiri seraya kegirangan sambil nyium tangan bos ku itu . Beeuuhh... PADI.... Fadliii... we'll meet...

        Hari pun berlalu, tanpa ada kesulitan akhirnya aku berhasil merayu ci Teh ova buat gantiin aku siaran. Mungkin karena liat mukaku yang memelas dan sedikit lebayy.. ya sutra lah.... Show time..

        Waktu yang dinantikan pun datang, Malam minggu yang indaahh.... aku berangkat ditemanin my soulmate, sahabat setiaku " Teh Febry ( Alm ), Si igo driver , dan Ni Kadek Suriatin Sahabat dari Bali yang nyambi siaran. Tiba di lokasi, semuanya udah crowded, untung dapet ID News Card, jadi bisa melenggang masuk ke arena konser dengan fasilitas VIP, paling depan. Pas di Gerbang masuk , nggak sengaja berpapasan dengan My Idol Fadly Padi, tanpa pikir panjang aku ngambil kesempatan untuk bersalaman langsung. Untung Si Fadly orangnya humble, jadi nggak terlalu sulit untuk itu. Beberapa waktu kemudian aku sudah bediri di jajaran paling depan, dan siap siaga dengan camera digitalku buat jeprat jepret. Konser di buka dengan penampilan apik kolaborasi Armand Maulana, Fadly dan Nugie. Wooowww... kereeenn....  Acara pun semakin hangat dan hot dengan musik-musik khas gigi yang menghentak dan lagu Burung Gerja miliknya Nugi yang melegenda. Pada Akhir konser, Konser di tutup oleh lagu yang aku suka banget. Yaa... Mahakarya PADI yang everlasting dan Megah " Kasih Tak Sampai ". Dari panggung Fadly meminta agar sebagian besar lighting dimatikan, dan penonton menyalakan alat pengcahayaan yang mereka bawa masing-masing. Ada center, Lilin , bahkan ada yang bawa Obor. Suasana pun jadi hening haru dan Indah, saat melodi intro lagu dialunkan, bertambah haru ketika suara khas fadly yang serak berat itu mulai melantunkan lyric-lyrik dengan tingkat bahasa yang sangat menyentuh. Aaahhh... perasaaanku bercampur baur dan semakin tidak menentu ketika semua penonton yang hadir sama-sama secara serempak menyanyikan lagu tersebut. Akupun larut dalam romantisme lagu yang maha Dahsyat buat ku, dan tanpa terasa, seolah dikomando Air mata pun meleleh menerobos kelopak mata. Sedikit lebay memang, Tapi it's fact. Yaaa... dulu kan masa-masanya groupist, sampai pada satu saat di coda lagu, si Fadly melemparkan bunga yang dia pegang. dan tanpa disadari akulah yang mendapatkan Bunga itu. Woooww...... Kereeennnnn momentt.. Makasi gumamku dalam hati :).
Konserpun berakhir semua penontonpun bubar. Menenggelamkan kesan masing-masing untuk malam ini, melepas kelelahan dan menuju pulang. Tapi tidak dengan ku. Aku Si keukeuh sumeukeuh yang pengen dapetin foto bareng Fadly dan minta take voice buat di station ku. Aku dan crew langsung menuju Hotel Crown dengan Q Surfer. Setibanya di Pelataran parkir Crown, suasana masih riuh. Rupanya banyak juga yang langsung dateng ke sana. Di sana ketemu dengan beberapa rekan dari media broadcast ataupun koran. dan beberapa groupist yang bergerombol. Pihak EO masih berjibaku jadi pagar betis, karena para Artist sedang makan malam. Aku memeberanikan diri menghampiri LO nya.
      " Mas, ada space waktu buat kita nggak, mdia."
      " owwhh... mohon maaf , sepertinya nggak ada, karena abis makan malam mereka langsung istirahata, kelelahan. Jadwal manggu kan padet. Besok roadshow lagi jam 5 pagi harus ke Cirebon. "
    
      " Waaahhhh.... masa sih mas?? kasi space dong, kita mau take voice dan sedikit wawancara".
        sedikit mngeles mengatasnamakan profesi padahal pengen tanda tangan. xixixixix....
      " maaf mbak sepertinya nggak bisa".
  
       Aku langsung bergaining dengan beberapa rekan dari radio dan harian surat kabar. sedikit mengompori supaya dapet space waktu. Akhirnya semua sepakata minta waktu ke LO. kami langsung menemui kembali LO nya.

       " Mas , ayo dong kasi kami space. ini penting lho. kapan lagi mereka ke sini "
       " Maaf, nggak bisa mas, tuuhh.. udah pada mau masuk kamar. "
     
       Sekilas terlihat band PADI ke luar dari resto room, menuju ke penginapan. Dengan sedikit mengenyampingkan rasa malu aku langsung berteriak

       " Mas Fadly, Bisa minta waktu sebentar nggak?? "
       Mereka pun menoleh, dan sedikit berbincang-bincang.
       Tanpa komando, akupun lberteriak lagi
       " Pleaseeee...... just a moment " sambil menangkupkan kedua tangan di dada seraya memohon.
       Mereka pun berunding lagi lalu menoleh ke arahku , dan mengangguk.
       " Kyaaaaaaa..... Yeeess... alhamdulillah... Maksi banget yaa.".
       Tanpa komando kamipun serempak menghampiri. Dengan penuh semangat , aku langsung menuju ke group Band PADI.
      " Mas Fadly, thank U ya buat waktunya , bisa minta take voice nya".
      " Boleh.. silakan ".
       Take voice pun segera di lakukan, walo harus diulang beberapa kali. Sehabis take voice aku langsung mendekat ke sang vocalist, sembari menggamit tangan Febry sahabatku dan Ni  Kadek.
       " Mas, bisa minta foto bareng buat evident kita , boleh yaa.. "
       Dengan senyum khas nya sang vocalist itu pun mengangguk. Kami pun berfoto bareng. seusai berfoto, aku langsung ngomong
       " Tau nggak, saya ngefans berat lho sama mas Fadly  dan team.".
       " O, Ya... makasih mbak ". dengan senyum yang tetep tersungging
       " Yaaa.. saya hafal banget semua lagu dari album PADI yang pertama, 'Sesuatu Yang Tertunda.'. Terutama lagu yang Kasih Tak sampai. suka banggeettt.. , boleh nggak saya minta tanda tangan??".
       " Owwhh.. silakan boleh, ini saya kasi Sampul cassete ya... ". sambil membawa sesuatu dari sakunya, dan dia menuliskan sesuatu lengkap tanda tangan.
       " Ini, untuk kamu mbak". mengulurkan sesuatu ke padaku.
       " Waaahhhh.. makasiii... thanks ya... "  seruku dengan girangnya. saking girangnya aku nggak sempet liat apa isi tulisan dari sampul cassete itu.  Kami pun langsung pamit, dan siap-siap menuju Mobil Q surfer yang udah menunggu. Setiba di OB Van, kamipun langsung masuk dan membantingkan tubuh kami . Lelah yang tiada tara, setelah aktivitas seharian. Pas Ceck HP ku ,waktu sudah menunjukan jam 03.00 WIB.  Q Surfer pun terus melaju meninggalkan Parkiran Hotel Crown, melesat membelah kota Tasik resik yang sepi. Dingin menyelimuti kami hingga kami terkantuk. Tapi di sela kantuk, aku coba membuka pocket gantungku. . Aku keluarkan sampul kaset yang tadi dikasi si Fadly. Perlahan aku coba membaca tulisannya yang dia tulis tangan di atas tanda tangannya.

           " Tetaplah Menjadi Bintang di Langit, Agar Persahabatan Kita Abadi "

         Wow... gumamku dalam hati. ternyata dia engeh juga bahwa aku sangat memfavoritkan lagu itu.... Tak terasa mobil q Surfer terus melaju, meninabobokan kami yang kelelahan samapai akhirnya terkantuk. dan sampul cassete itu tetap tergenggam dalam tanganku, Menjelmakan syair itu dalam visualisasi mimpi. Mimi yang sangat panjang, Sepanjang perjalanan kami ke Puncak Bukit Primera Dimana Station kami berada....



          ***  Tetaplah menjadi bintang Di Langit, Agar persahabatan kita abadi.........
                  Untuk persahabatan abadi yang tak terpisahakan ruang dan waktu
                   In Memoriam my best friend " Febriyanti Dewi "







        "

Kamis, 15 Desember 2011

Suatu Pagi Di Sudut Kota Resik...

        Suatu hari , di sebuah sudut kota tasik yang resik. Ada kehampaan menyelimuti rasa seorang gadis yang berat melepas sebuah kepergian. Ada haru di sana, dan seribu kekhawatiran.Meski semuanya terasa biasa, karena memang tidak ada sesuatu yang special. Tapi entah mengapa, ada sesuatu yang aneh, rasa yang tak biasa, terus menelusup ke relung hati tanpa dia sadarai.  Terik pun semakin menambah rasa gundah dan resah dan menenggelamkan pikiran dalam lamunan yang panjang.

       " Assalamualaikum..... " tiba-tiba suara yang berat terdengar begitu ngebas nya. saking ngebasnya tanpa terasa seorah mendebarkan hati gadis itu. Ahhhh... terlalu lebay kali, fikirnya sendiri .

       " Wa... waalaikum salamm.. eehh... " gadis itupun menjawab dengan sedikit tergagap. Tanpa dia sadari seorang lelaki tinggi  berbaju lurik bertopi caping telah berdiri tepat di sampingnya dan menatap dengan dalamnya. Ya Alloh... Saking dalamnya tenggelam dalam lamunan, sampai-sampai tak sadar dengan keadaan sekelilingnya, gumamnya dalam hati.

       " Kenapa Dek.. ?? " laki-laki itu bertanya dengan senyumnya yang tetap tersungging. senyum yang teramat sahaja, sehingga tak dapat diartikan apa-apa.

       " Nggakk... cuman bete aja nunggunya. hehehehehe... " Gadis itupun menjawab dengan secukupnya.
       " Afwan Dek, A agak telat ya. kmren kan adek yang telat, sekarang giliran, hehhe.. bcanda ".

       Entahlah apa sebetulnya yang membuat gadis itu terburu-buru pergi ke sebuah terminal, sampe harus repot-repot meninggalkan jadwal siaran dan minta temen nya untuk tuker jadwal demi seseorang yang baru saja dia kenal. Etahlah sunguh sulit dijabarkan dengan rumus algoritma atau al jabar sekalipun. Padahal selama bebrapa tahun ini, gadis itu teramat cuek dengan yang namanya laki-laki, alergi tingkat tinggi. Walopun Ada beberapa orang berusaha mendekat gadis itu  cuma menanggapi sekedar pengganjal kalo dia sedang membutuhkan bantuan. Sebutlah seorang cowok yang berinisial  'T' kakak tingkatnya di kampus yang sangat gigih jatuh bangun mengejar cintanya.Yang bela-belain malem-malem bawain ice cream k studio , beliin boneka baju-baju , mengerjakan berbgai tugas tanpa diminta,  dan terakhir membelikan sebuah cincin yang dia  serahkan oleh bibi nya sendiri sebagai perwakilan keluarganya, gadis itu cuman bilang, " Mohon maaf saya tidak bisa menerima semuanya ", wlo pada akhirnya cincin itu tetep dia terima karena dipaksa. Pun perhatian dan setengah pernyataan melamar dari temen-temen SMP atau SMU nya, yang selalu ia anggap angin lalu dan dai abaikan. Bagi gadis itu , Sebuah perasaan tidak bisa dipaksakan, dan terlalu berharga, sehigga hanya akan dia berikan untuk seseorang yang sangat berharga dan tepat. Semua akan indah pada waktunya, tidak perlu memaksakan sebuah hubungan yang memang tidak dia inginkan. Sampe pada hari itu dia tertarik oleh sebuah kekuatan yang dia juga tidak bisa mengerti dan fahami. Entahlah.... Mungkin benar perkataan dari laki-laki yang dia temui kali ini, bahwa semua itu seperti mysteri Illahi, biarlah Alloh yang bicara untuk semua kejadian yang dialami. Pun ketika laki-laki itu terperanjat, mengetahui bahwa gadis yang didepannya itu adalah seorang penyiar yang sering dia titipin salam untuk gadis kecil yang bernama " Shafa " yang laki-laki itu juga belum perah bertemu dengannya. Bagi Laki-laki itu  Shafa dan Evi Shofia adalah person yang berbeda. Person yang sering membacakan setiap puisi dan pesan yang dia kirimkan via sms di sebuah station radio untuk gadis yang dia kenal dengan nama shafa. Gadis yang menjadi tempat bertukar pikran berbagai hal kehidupan selama satu bulan , dan dia baru bisa bertemu dengannya hari ini. Dan semua itu memang telah menjadi jalannya hingga sampai pada saat itu, di tempat itu, kutub-kutub magnet mempertemukan dalam sebuah perpisahan. Pertemuan yang tidak disengaja, pertemuan yang berdasar pada sebuah sms

        " Dek, Aa akan pulang hari ini, dan sebelum berangkat, Aa pengen bertemu denganmu Dek "
         
        Terik semakin membakar bumi resik siang itu. Samapai sebuah Bus berhenti tepat di depan mereka.

       " Dek, Bis nya udah dateng . Sebentar lagi aa berangkat. Makasi ya adek udah nyempetin dateng menuhin permintaan aa. Dan adek tau, adek cantik dengan busana muslim itu ". Laki-laki itu berkata sambil sambil menundukan tatapan matanya.

       Suara ngeBass laki-laki itupun kembali membuyarkan lamunan gadis itu . Ada sebuah rasa kembali menggelitik dan membuat hati gerimis. Seperti oase di padang pasir yang membuat rasa ini nyaman. Dan pujian itu cukup membuat gadis itu tersipu dalam merah yang merona. Seraya tersipu  gadis itu menjawab

       " Owwhh... yaa... yaa... euumm...iya itu bus nya dateng , yaaa.. sama-sama A ". dengan sedikit tergagap...
      " Yaaa... Aa berangkat dulu ya. Maaf aa tinggalin dulu. Sekali lagi makasi. awas tiati pulangnya. " kata laki-laki tiu sembari tetep melengkungkan senyumnya.
      " Yaaah... yaa.. sama2, take care !! "
      " Apa tuh take care?? maaf bahasa inggris waktu sekolah aa jeblok ".
      " Yaa.. tiati... " jawab gadis itu sambil manahan senyum.
      " Jaga diri, jaga hati... Assalamualaikum !!".

       Laki -laki itu pun menatap sekilas, lalu segera menunduk. Berbalik dan segera menggendongkan tas ransel ke punggungnya. Gadis itu menatap dari belakang, sampai punggung itu menghilang dari sebuah pintu. Sekilas terlihat laki-laki itu berhenti sejenak di pintu bis, menatap dan melemparkan senyum. Gadis itu hanya membalas dengan anggukan. Suara mesin mulai berbunyi, perlahan, Bus itupun pergi perlahan membawa sekumpulan manusi yang berangkat dengan berbagai tujuan dan kepentingan. Termasuk membawa sekeping hati yang entah apa arti sebenarnya buat dirinya. Bus itupun menghilang di sebuah belokan Dan Gadsi itu masih menatap dengan menyisakan berbagai perasaan yang sulit untuk diartikan. Tidak ada yang special, tapi mengapa ada sesuatu yang aneh tertinggal di sini, di hati gadis yang lagi-lagi hanya termenung. sampai sebuah angkot berhenti didepannya, mebuyarkan lamunan.

       " Neng, kota kota neng. ".
       Gadis itupun menoleh dan mengangguk. Seraya naik dan meninggalkan satu sudut kota resik yang terik.












                                                    


***   Rahasia Illahi itu perlahan terurai, dan tabir Mahadewi terkuak dengan indahnya...... ( * Incu Banten *)

Selasa, 13 Desember 2011

L E L A H...

Berdiri depan cermin....
Menatap bayang lekat... lekat...
Menelisik gurat lelah yang sedang menyapaku dengan indahnya
Sungguh.......
Lelahku telah membuat aku serupa menua

Kembali berdiri depan cermin...
Menatap bayangku lagi lekat.. lekatt..
Menelisik sorot layu yang sedang manyapaku
Sungguh...
Layuku membuat aku serupa lemah


Lagi, dan lagi berdiri depan cermin
Menatap bayangku lekat-lekat...
Menelisik jiwaku yang ingkih
Sungguh...
Ringkihku membuat ku lengah.....

Terakhir kali berdiri lagi depan cermin
Dan tetap yang ku lihat hanya gurat lelah
Dan memang aku sedang lelah...

Rabu, 07 Desember 2011

3 Wanita, 3 Cerita Dalam Bingkai Rasa

Tasikmalaya, 04 Desember 2011.

            Aku masih terduduk di meja sebuah sudut meeting room. Seperti biasa tugasku kali ini adalah  membawakan acara yang dihadiri oleh para pejabat teras telkom Tasikmalaya. Aku nggak bisa konsentrasi full karena Hpku bergetar terus menerus. Pas aku buka ternyata dalam waktu bersamaaan tiga sahabatku sms pengen curhat dan pengen ketemu atau ditelpon. Masing-masing  membawa tiga permasalahan berbeda. Tapi intinya adalah tentang cinta, dan rumah tangga. Beuuuhh.... buka praktek Psikolog lagi dehh... Yaa.... walopun gadungan. Ada tiga kasus yang harus saya dengarkan dan fahami.

         Sms pertama : " Ceuuu... si si gw pengen curhat. asliiii... telpon gw atuh ceu... "
         Sms yang ke dua : " Vii... pengen curhat, gangu nggak?? "
         Sms yang ke tiga : " Veehh.. ngebaso yuukk... pengen ketemu, pengen curhat. masalah serius ".

         Tiga caracter yang berbeda dengan permasalahan yang sama, pengen curhat. sementara aku nggak mungkin menemui mereka dalam waktu bersamaan. Pun nggak mungkin nelpon mereka karena lagi terlibat acara yang sangat serius. Dan untuk semua sahabatku itu , aku hanya bales dengan kata-kata yang sama.
        " Punten ya.. evi nya lagi bawain acara eum, jadi nggak mungkin ketemuan makan siang, nggak mungkin nelpon. nanti aja atuh ya, atau by sms aja curhatnya ." aku pijit send.... dan teruskan untuk kedua sahabat lainnya.

        Selama acar berlangsung fikiranku nggak bisa fokus, mikir, ada apa ya dengan mereka??? seperti ada permasalahan yang serius yang harus dikomunikasikan. yaah.. mudah-mudahan saja ngak ada apa-apa. setelah itu tiba-tiba sms muncul lagi

       Sms pertama : " Owh... gitu yaaa...??? yawdah nggak apa-apa. gw cuman lagi shock aja sampe nggak bisa tidur ceu. Gw ketemu sama si arab, dan dia katakan cinta ma si gw. sementara gw kan baru aja merit. Dia sampe mau ngasi gw gelang , dan dengan terbata-bata dan berkaca-kaca dia bilang, 'Sebetulnya aa nyaah ka kamu'."
      Dari bahasanya aku tau banget dan bisa membayangkan rasa shock yang dialami oleh sahabatku yang pertama ini. Betapa tidak, perkataan itu yang dia tunggu-tunggu selama hampir satu tahun lamanya. Setiapmalam dia panjatkan do'a untuk sekedar mendapatkan perhatian dari cowok yang dia taksir. Kadang sampai melakukan hal-hal yang nyeleneh dan mengada-ada berbagai alasan hanya untuk bertemu dengan cowok itu. Berbunga-bunga tiap malem, sampai akhirnya dia sampai pada satu titik dimana dia harus menyerah terhadap keadaan. Bahwa tidak ada sedikitpun ruang dan rasa yang teralokasikan untuknya. Karena perbedaan culture, habbit dan lain nya. Yaa.. sahabatku menyadari betul bahwa ethnic tertentu maaf dalam hal ini ethnic ' arab' pasti selalu diarahkan keluarganya untuk menikah dengan ethnic dari merka juga. Dan akhirnya sahabat sayapun menggantungkan asanya , dan mencoba membuka hati untuk yang lain sampai akhirnya menikah. Makanya setelah menikah tiba-tiba cowok itu datang dengan tiba-tiba, dan dia bilang bahwa cowok itu sayang padanya, pasti perasaannya shock dan pengen temen berbagi. Sekedar untuk share aja. Mengingat posisi dia yang sekarang sudah bersuami. Mengapa harus sekarang?? Mengapa pernyataan itu terlontar dalam waktu dan momment yang sangat salah. mungkin itu yang sahabatku rasakan. Namun... ku hanya bisa membalas dengan sebuah sms, sebagai response awal hanya untuk sekedar menenangkan persasannya :

        " Sudahlah ceu.... Berarti do'a kamu yang dulu tuch ngak sia-sia. walo doa itu datang sedikit terlambat. Minimal kamu sudah tau, bahwa ternyata cowok itupun punya merasa perasaan yang sama. Dan dia baru menyadari kebaikan dan perhatian kamu setelah dia benar-benar kehilangan kamu. Nggak usah terlalu shock ceu, apalagi kamu sekarang udah punya suami. Anggaplah itu sebagai opspek pertama kamu dalam berumah tangga. Ok..... ^_* ". Langsung aku pijit send... dari hp ku.

        Belum lagi aku menghela nafas, tiba-tiba hp ku bergetar lagi. pas aku buka, ternyata sms dari sahabat saya yang ke dua .

       " Gini vi.... tanpa sengaja teteh buka BB si aa. ternyata dia suka berhubungan dengan mantannya. Mantan waktu di SMU dulu. teteh juga tau orangnya, karena dulu bareng satu SMA. Tapi ternyata ada BBM yang bikin teteh sakit. Dulu si aa terpaksa memutuskan hubungan dengannya karena biar ngak ketauan sama gank masing-masing yang saling bermusuhan. Tapi sepertinya sekarang ketemu lagi di BBM merka salaing curhat dan meneruskan perasaan yang terpasksa harus terputus dulu. teteh nggak enak vie. Apalagi si ceweknya sekarang janda ".
      Sehabis memeprsilkan sang BOS untuk mengemukakan welcome speech, aku pun baru membalas smsnya .
      " Tenang teteh, mungkin apa yang mereka bicarakan hanya untuk meluruskan aja, dan tidak sejauh yang teteh bayangin. Terkadang ada sesuatu yang harus disampaikan daripada penasaran. teteh bisa pantau si aa atuh, tapi jangan juga terlalu keliatan mantau, nanti si aa nya juga nggak nyaman. Percaya deh sama evi, tidak akan ada apa-apa dan berpengaruh terlalu jauh terhadap rumah tanga teteh. Okk... Sok , klo erlu bicarakan teh sama si aa, komunikasikan biar semuanya clear. "
      Belum lagi aku sempet nge send tiba-tiba hp ku bergetar lagi. Untung aja welcome speechnya panjang banget, jadi ada kesempatan buat sekedar liat sms dan membalasnya. Aku sedikit abaikan dulu sms yang baru dateng, lalu aku teruskan untuk nge send smsnya. Setelah terkirim, baru aku bisa buka sms yang baru dateng, ternyata sms dari temen saya yang ke tiga .


      " Veeehhhh..... pleasee... binguung.. neehh... si ayah ngambek. gara-gara saya chatingan sama si fahim orang pakistan. Emang si Fahim itu suka banget sama perempuan2 indonesia. Dan memang dia sering ngasi pujian dan kata-kata manis. Ya saya mikirnya, just iseng, orang jauh juga, ngak mungkin lah kita ketemuan. Jadi iseng aja , nggak lebih. tapi si ayah pas taueun dia marah besar, sampe ngeblock FB nya si Fahim. padahal message dari si fahim udah aku erase lho. gmn dunk?? tolong jadi penegah buat kami, mau nggak?? "
        Waaahhh..... gaswat nehh... ini mah. tapi ya gimanapun aku harus meneangkan dulu sahabat ku yang satu ini, akhirnya di akhir2 welcome speechnya Big boss aku sempetin bales smsnya

      " Hey... ya iyya lah jelas marah. Inget say, bentuk selingkuh itu bukan hanya kita harus ketemu face to face. Dengan kamu menikmati perasaan kamu sehingga menduakan rasa itu sudah termasuk selingkuh dalam skala kecil. Minta maaflah, walo kamu ngerasa nggak bermaksud seperti itu. Biar aku bantu juga nanti klo suamimu chat sama aku. Dan yang harus kamu lakukan, netralisisr perasaan, buang jauh2 rasa itu. wlo pun indah , tapi kalo hanya maya buat apa?? kenyataan jauh lebih indah say.. walopun kadang tak sesuai dengan keingiinan. Alloh tidak melulu ngasi apa yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan " Aku pijit send... dan langsung fokus lagi terhadap acara yang sedang aku bawakan. Ooooppsss..... ternyata welcome speechnya udah hampir mau selesai. Untuk membuatku fokus dan tenang , aku matikan dulu Hp ku, biar nggak ganggu konsentrasi. Dalam hatiku bergumam " Mohon maaf ya sahabat-sahabatku.... terpaksa cut dulu, nanti aku sambung ketika sudah nyaman " 

      Waktupun terus melaju, dan samape pada puncak acara menjelang sore tiba. Akupun bergegas beres-beres, karena teringat suamiku yang udah nunggu di bawah. dan Noyya yang pasti juga sedang main di teras rumah sekedar untuk menyambut kedatangan kami. Aku pamit, dan langsung menghampiri suamiku. Sepanjang perjalanan, akupun terus teringat permasalahan-permasalahan temen-temenku.Sambil memeluk erat suamiku alam bawah sadrku pun terus bicara, terkadang seseorang baru merasa kehilangan setelah benar-benar kehilangan. dan betapapaun waktu sudah tidak bisa dikembalikan, minimal sekedar tahu perasannnya saja sudah membuat hati kita senang, walo tidak untuk dilanjutkan. dan betapa kecanggihan teknologi itu kejam. Melebihi kejamnya ibu tiri bahkan ibu kota. Dan untuk mmbndung semua itu, betapa kita harus extra hati-hati menjaga hati dan perasaan, jangan samapi terbawa arus yang semakin dalam. Karena Perselingkuhan itu bukan hanya ketika dua orang saling bertemuan, melainkan menduakan perasaan.Dan suami atau istri ternyata punya cans yang sama untuk itu.

       " Ummiiii.... Abbiiiii....... "
       " astagfiruloohal 'adziimm... Noyya..... "  Akupun baru sadar ternyata sudah sampe rumah. Sambil turun dari motor, aku langsung memeluk noyya, buah cinta kami yang sangat berharga. Dan sesuatu yang berharga itu tidak mau aku sia-siakan dan hancurkan dengan kecerobohan dan kelengahan yang kami buat sendiri. Mudah-mudahan kami bisa istiqomah.


          *** For my dearest friends..... Tetaplah berjuang untuk keutuhan kalian. yakin, ini hanya sentilan dan ujian yang diberikan Alloh. Jika kalian mampu melaluinya, maka kalian akan mendapatkan kebahagiaan hakiki. dan aku selalu siap untuk menampung semua curahan hati kalian. Sebisa dan semampu yang aku tau... Luv U... ^_*





 

Selasa, 06 Desember 2011

Perlahan Mimpi - Mimpi Itu Pergi, Dan Senyum Tersungging Di sini

Perlahan Gelayut mendung itu sirna
Merangkak dalam sadar sempurna
Tak ada lagi resah
Tak ada lagi gundah
Tak ada lagi kata-kata  mahasmara
Semua menuju sebuah keseimbangan yang seharusnya...
Yang semestinya......

Perlahan gemuruh angin itu sirna
Merangkak dalam reda sempurna
Tak ada lagi buncah
Tak ada lagi gerah.
Semua menuju sebuah keseimbangan yang seharusnya....
Yang semestinya........

Perlahan Mimpi-mimpi itu pergi
Dan senyum tersunging di sini...



Jingga Jelaga Raga......

Jingga tersaput nelangsa tak terbaca
Ada lengis disana
Ada rapuh di sana
Ada berjuta hampa tertebar di savana
Rumput itu indah....
Seindah permadani yang kau berikan tempo hari
Menyungging senyum di bibir-bibir gembala yang tak bertuan.

Jingga perlahan berarak dari langitnya
Menitikan remah mega yang sangat kentara
Ada Jelaga di sana
Ada Karat di sana
Ada berjuta paku tertancap di raga


Jingga itu masih bertahan dalam kehampaan
Mendongak memaki langit
Memeluk sepi yang tak bertepi.....






Senin, 05 Desember 2011

Perasaan Itu Tidak Salah, Tapi Jangan Kita Pupuk Di Tempat Yang Salah......

     Sore kemrin, ada seorang sahabat yang lagi-lagi curhat dengan permasalahan yang di alamainya. Dia pengen sharing tentang pembenaran hubungannya yang sekarang dia jalani dengan seorang pria beristri. Mungkin karena perasaan yang sedang menggebu-gebu , sehingga sahabat saya itu merasa benar dengan apa yang dia rasakan dan dia lakukan. Tiba-tiba dia nyeletuk
     " Bu e... menurut bu e salah nggak apa yang saya lakukan ? "
     " Yaaa... salah atuh neng "
     " Tapi kan perasaan ini datang begitu aja, dan semua pemberian Alloh " dia tapak berapi-api.
     " Perasaan memang tidak salah. Rasa Cinta adalah hak yang paling hakiki dan manusiawi,  perasaan yang paling indah yang dianugrahkan Alloh untuk makhluknya. "
     " Perasaan memang tidak salah, tapi disamping perasaan Alloh kan ngasi kita akal sebagai kendali perasaan. itulah yang menjadi pembeda manusia dengan makhluk lainnya. "
    " Maksudnya Bu E?? "
    " Yaa.. supaya kita bisa berfikir apakah perasaan kita itu benar atau tidak. baik atau tidak. sejauh mana manfaat dan mudharatnya. "
    " Ya jelas manfaat buat saya Bu E. ".
    " Itu dari kacamata kamu aja kan, buat orang lain, atau dalam hal ini istri dari laki-laki yang kamu suka ?".
    " Tapi kan kata si aa istrinya nggak perhatian , dan si aa lebih nyaman dengan saya. ?
    " Ahhhhh.... itu alibi laki-laki yang dimabuk asmara aja jeng..... ya apapun dikatakan lah.Emang kamu tau persis  istrinya seperti itu?? jangan nambah permasalahan mereka deh. klo menurut saya, coba kamu tarik diri kamu dari mereka. jangan jadi orang ketiga dalam hubungan mereka. ingat lhoo... klo ada dua orang yg bersamaan yang ketiganya biasanya setan".
    " Jadi maksud Bu E saya setan?? "
    " Kamu lho yang nyebut, bukan saya hehehehehehe.... "
    " Tegaaaa................. "
    " Jeng, coba deh kamu berempati dengan perasaan istrinya. terlepas istrinya ada kekurangan atau tidak, tapi nggak semestinya kamu ikut memperkeruh. perasaan itu harus dipagari dengan iman, dengan norma dan akal sehat. jangan dibiarkan subur gitu aja. belum lagi dalam norma kita, walo laki-laki yang salah, pasti aja perempuan yang disalahin, di cap sebagai wanita penggoda. itu kerugian buat kamu jeng. Think twice ok. Love is Blind, but U can use Ur mind, Ur Brain, ok sista..  "
    " Trus aku harus gimana dong?? "
    " leave It....!!! Leave Him...!!! right now... !!!"
    " Saya kan masih cinta?? saya pasti akan patah hati "
    " Sakit itu hanya sebentar, biar waktu yang menyembuhkan semuanya. waktumu terlalu berharag untuk kamu buang sia-sia. masih banyak laki-laki yang insyaalloh lebih sholeh dan lebih maslahat untuk kamu . Perlu kekuatan dan tekad yang kuat, dan Bu E siap bantu kamu. atau sekedar nampung tangisanmu. "
    " Ok deh... I'll try sista.. makasi udah buakain hati saya."
    " Alloh lah yang Maha pembuka hati jeng, bukan saya, okeeyy.. Semangaaattt....!!! dan hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, hapus code2 akses kamu."
    "okee.. makasi yaa.. ""
    " Yaaa.... sama-sama... ".
Akhirnya kami akhiri perbincangan yang terjadi di rest room itu, sambil sama-sama diam, dan tenggelam dengan perasaan dan fikiran masing-masing. Dia nampak tertegun dengan dalamnya. Biarlah dia temukan arti cinta sebenar........


                                                                      ************

   Tulisan ini true story from my friend..... Ibroh yang bisa saya simpulkan, tidak melulu perasaan itu dianggap benar. Tidak salah punya perasaan terhadap seseorang, karena itu hal yang paling hakiki dan azasi. Tapi bagaimana kita mensyncronkan anatara perasaan dengan akal, iman dan Norma.Kadang perasaan itu tumbuh di tempat yang salah dan tempat yang tidak seharusnya........ dan akan semakin subur jika kita terus memupuknya,



Sabtu, 03 Desember 2011

Gerimis Menitik....

Gerimis menitikan sejuk,
Meninggalkan basah dalam kering yang ditinggalkan terik
Tenangpun menyeruak
Menepiskan ragu yang yang termangu

Aku menemukan sesuatu pada remah mega
Jauh dalam terawang mata hati
Ada sejumput senyum yang terkembang di sini
Dalam Ketenangan yang tak terganti
Dalam kenyamanan yang tak terbeli

Cinta itu terbangun lagi
Dalam bentuk yang sempurna
Sesempurna bulat rembulan saat purnama

Cinta itu bersinar lagi
Dalam Bentuk yang sempurna
Sesempurna kedip bintang saat gulita

Gerimis menitikan sejuk
Meninggalkan sesuatu yang tetap ingin ku dekap
Hingga ujung waktu memanggilku...







Kamis, 01 Desember 2011

Menua Dengan Mu.......

Aku ingin menua dengan mu
Menghabiskan senja dengan senyuman indah
Menyaksikan lembayung jingga
Seperti warna teh manis yang sering kuracikan untukmu

Aku ingin menua dengan mu
Menghabiskan waktu bercengkrama tentang masa muda kita
Menertawakan gerimis
Menepuk hujan yang turun bersama rasa
Memandangi bulan dengan sempurna
Menerawang bintang yang berkedip seolah ingin berkata
" Kita sudah tua "

Aku ingin menua dengan mu
Dengan cinta yang tak pernah lelah
Dengan rasa yang tak pernah lusuh
Dengan kata yang tak pernah berubah
" Aku cinta kau hari ini, kemarin dan kemudian hari "





       * Tak terbatas kata dan rasaku untuk itu, untuk semua hal indah yang pernah kau cipratkan dalam lukisan hidupku, dan aku hanya ingin menua dengan mu, penjaga hatiku