Sebuah transformasi habbit untuk sesuatu yang lebih positif dimuali hari ini. Yaa... di awal bulan desember yang insyaAlloh penuh dengan keberkahan dan keceriaan. Memang sepertinya tidak akan semudah yang saya bayangkan dan teorikan, tapi saya yakin, kalo memang kita punya keingin kuat untuk merubah sesuatu, pasti akan bisa. Dengan sugesti yang tertancap dalam alam bawah sadar dan brain theathre kita, tentu akan semakin memicu setiap tindakan seperti apa yang kita inginkan. Banyak hal negatif dalam diriku yang harus dilesapkan, walau dengan proses tahapan yang cukup panjang. Mutiarapun , tidak serta merta menjadi sesuatu yang indah dalam sekejap, dia adalah wujud dari sebuah barang yang melalui proses pengendapan yang tidak sebentar. Harus ada sisi kesabaran yang ditonjolkan, dan tentunya support system dari orang-orang terdekat, terutama dari orang-orang yang dicintai.
Ketika kita memutuskan untuk merubah sebgian dalam diri kita, tentu saja harus dibarengi mantra-mantra kecil yang keluar dari bibi r kita . " kita bisa.... kita bisaa.. kita bisaa... " mantra itu saja udah cukup membuat rekasi positif ke seluruh indra motorik dan sensorik kita untuk bersama mengubah dunia. ditambah keyakinan dan ucapan Bismillah, yakin bisa dan semua akan baik-baik saja... amiiinnnn ^_*
Let's make a change for better life....
Because life is advanture.....
Rabu, 30 November 2011
Membacanya Saja.....
Membcanya saja
Cukup membuatku mengerti
Tentang arti sebuah perasaan yang cukup dalam.
Membacanya saja,
Membuat aku terbetot oleh lorong waktu yang cukup panjang
Menerobos sudut-sudut romantisme semu yang tak terelak
Slide demi slide itu bermunculan seperti layaknya sebuah pertunjukan sandiwara
Terangkai menjadi sebuah cerita dari negeri dongeng yang entah di mana.
Seperti sebuah film legenda yang tak lekang
Tetap hidup dalam sebuah museum tua yang renta
Rasa itu mati muda
Yang tingal puing-puing diliputi debu....
Membacanya saja,
Cuku membuatku tau
Bahwa cerita itu pernah ada
Dan aku sempat menjadi ratunya....
Cukup membuatku mengerti
Tentang arti sebuah perasaan yang cukup dalam.
Membacanya saja,
Membuat aku terbetot oleh lorong waktu yang cukup panjang
Menerobos sudut-sudut romantisme semu yang tak terelak
Slide demi slide itu bermunculan seperti layaknya sebuah pertunjukan sandiwara
Terangkai menjadi sebuah cerita dari negeri dongeng yang entah di mana.
Seperti sebuah film legenda yang tak lekang
Tetap hidup dalam sebuah museum tua yang renta
Rasa itu mati muda
Yang tingal puing-puing diliputi debu....
Membacanya saja,
Cuku membuatku tau
Bahwa cerita itu pernah ada
Dan aku sempat menjadi ratunya....
Senin, 28 November 2011
Rumahku Syurgaku..... ^_*
Rumahku adalah Syurgaku.... Itulah hal terbesar yang ingin selalu aku wujudkan dalam hidup ini. Memiliki sebuah keluarga sakinah dan mawaddah yang selalu diguyur oleh rasa kasih, sayang yang tak bersyarat dan tak bertepi. Seperti telaga kautsar yang selalu memberi kenyamanan hakiki. Tidak mudah memang, tapi aku selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik sekecil apapun, yang aku mampu dan aku bisa. Merasa beruntung karena aku dikasi seorang imam yang tangguh, yang tak lembek, dan selalu memandang positif setiap sebuah kejadian. Walo kejadian senegatif apapun. Itulah yang membuat aku selalu bisa kembali tersenyum dalam keadaan apapun. Dan aku selalu merasa nyaman dalam kondisi seburuk apapun.
Sebagai Co pilot, aku juga nggak boleh lengah. Selalu dan selalu memperbaharui cinta dan sayang untuk sang imam dan My lil princess. Menjadi seorang wanita yang lebih wise, bijak dan tidak gampang terbawa emosi atau godaan apapun. Sulit memang to be a perfect wife, tapi selama kita mau belajar dan memperbaiki diri, saya rasa itu bukan hal yang terlalu sulit. Memahami dan meneliti setiap keinginan , mendengar dan engeh terhadap perasaan sekecil apapun, Berani menerima setiap kekurangan dan mensyukuri setiap kelebihan. menggap cukup dengan apa yang dimiliki dan diberikan Alloh kepadaku. Itulah yang membuat rumah sesempit apapun serasa luas seluas samudra yag tak bertepi.
Kami pun punya mimpi yang belum terwujudkan, sampai pada bulan november ini, Alloh mengulurkan tangan Nya dengan indahnya. Membangun rumah mungil untuk menaungi kami dari hujan dan terik matahari, serta menghangatkan kami dari serangan dingin yang akan membuat kami menggigil. Walopun sempuran, sesempurna yang kami impikan, tapi cukup membuat kami merasa sempurna sebagai keluarga. Walo kami harus menunggu beberapa waktu untuk menikmatinya, dan pasti membutuhkan keringat yang lebih deras untuk mewujudkannya. Minimal Alloh telah membuka sebuah jalan , dan kami harus teruskan itu sebagai wujud ikhtiar kami. Mudah-mudahan Mimpi itu akan segera merupa sempurna. Dan kami tetap bisa menikmati indahnya petualangan yang engkau suguhkan untuk kami.
Sebagai Co pilot, aku juga nggak boleh lengah. Selalu dan selalu memperbaharui cinta dan sayang untuk sang imam dan My lil princess. Menjadi seorang wanita yang lebih wise, bijak dan tidak gampang terbawa emosi atau godaan apapun. Sulit memang to be a perfect wife, tapi selama kita mau belajar dan memperbaiki diri, saya rasa itu bukan hal yang terlalu sulit. Memahami dan meneliti setiap keinginan , mendengar dan engeh terhadap perasaan sekecil apapun, Berani menerima setiap kekurangan dan mensyukuri setiap kelebihan. menggap cukup dengan apa yang dimiliki dan diberikan Alloh kepadaku. Itulah yang membuat rumah sesempit apapun serasa luas seluas samudra yag tak bertepi.
Kami pun punya mimpi yang belum terwujudkan, sampai pada bulan november ini, Alloh mengulurkan tangan Nya dengan indahnya. Membangun rumah mungil untuk menaungi kami dari hujan dan terik matahari, serta menghangatkan kami dari serangan dingin yang akan membuat kami menggigil. Walopun sempuran, sesempurna yang kami impikan, tapi cukup membuat kami merasa sempurna sebagai keluarga. Walo kami harus menunggu beberapa waktu untuk menikmatinya, dan pasti membutuhkan keringat yang lebih deras untuk mewujudkannya. Minimal Alloh telah membuka sebuah jalan , dan kami harus teruskan itu sebagai wujud ikhtiar kami. Mudah-mudahan Mimpi itu akan segera merupa sempurna. Dan kami tetap bisa menikmati indahnya petualangan yang engkau suguhkan untuk kami.
Minggu, 27 November 2011
Rabb.........
Rabb...
Biarkan hati ini bening
Biarkan hati ini ikhlas
Biarkan hati ini lurus
Biarkan hati ini lembut
Biarkan hati ini tumaninah......
Rabb......
Biarkan hati ini bening
Biarkan hati ini ikhlas
Biarkan hati ini lurus
Biarkan hati ini lembut
Biarkan hati ini tumaninah......
Rabb......
Sabtu, 26 November 2011
Titik.....
Terlalu panjang untuk dirinci,
Pun ketika kertas-kertas itu terkikis
berubah kusam dan lusuh.
Ketika tinta tak berdaya lagi mencetak huruf-huruf
Seperti aksara tanpa kata,
Dan...
Ketika hujan menitikan air
Hingga lesap sebagian kalimat
Merupa gradasi tak berujung
Ceritapun tak utuh lagi
Dimana berakhir denga sebuah titik
Pun ketika kertas-kertas itu terkikis
berubah kusam dan lusuh.
Ketika tinta tak berdaya lagi mencetak huruf-huruf
Seperti aksara tanpa kata,
Dan...
Ketika hujan menitikan air
Hingga lesap sebagian kalimat
Merupa gradasi tak berujung
Ceritapun tak utuh lagi
Dimana berakhir denga sebuah titik
Kamis, 24 November 2011
Seperti Itulah Aku.....
Seperti biasa,
Pagi ini ku hidangkan secangkir kopi hangat untukmu, belahan jiwaku...
Secangkir kopi yang kubuat atas nama cinta...
Cinta yang hangat ....
Seperti yang kau teguk tiap pagimu
Seperti biasa ,
Pagi ini ku hidangkan masakan lezat untukmu, pelengkap jiwaku....
Sepiring masakan yang ku buat atas nama cinta....
Cinta yang lezat...
Seperti yang kau rasakan tiap harimu.
Seperti biasa,
Sore ini ku racikan secawan teh manis jingga untukmu, penjaga hatiku...
Secawan teh manis jingga yang kubuat atas nama cinta...
Cinta yang beraroma...
Seperti yang kau kecap tiap senjamu
Seperti biasa,
Malam ini kuhidangkan sepotong brownies untukmu separuh nafasku...
Sepotong brownies manis yang kuhidangkan atas nama cinta....
Cinta yang manis...
Seperti yang kau nikmati tiap malam mu
Seperti itulah aku,
Yang selalu bertasbih dengan cintamu
Pagi ini ku hidangkan secangkir kopi hangat untukmu, belahan jiwaku...
Secangkir kopi yang kubuat atas nama cinta...
Cinta yang hangat ....
Seperti yang kau teguk tiap pagimu
Seperti biasa ,
Pagi ini ku hidangkan masakan lezat untukmu, pelengkap jiwaku....
Sepiring masakan yang ku buat atas nama cinta....
Cinta yang lezat...
Seperti yang kau rasakan tiap harimu.
Seperti biasa,
Sore ini ku racikan secawan teh manis jingga untukmu, penjaga hatiku...
Secawan teh manis jingga yang kubuat atas nama cinta...
Cinta yang beraroma...
Seperti yang kau kecap tiap senjamu
Seperti biasa,
Malam ini kuhidangkan sepotong brownies untukmu separuh nafasku...
Sepotong brownies manis yang kuhidangkan atas nama cinta....
Cinta yang manis...
Seperti yang kau nikmati tiap malam mu
Seperti itulah aku,
Yang selalu bertasbih dengan cintamu
Rabu, 23 November 2011
KoTak Musik ITu BeRbisIK...
Kotak musik itu berbisik...
Tentang sesuatu yang tak sempat tersamapaikan api pada kayu
Hingga mengabu
Kotak musik itu berbisik ....
Tentang sesuatu yang tak sempat tersampaikan awan pada hujan
Hingga mengembun
Kotak musik itu berbisik......
Tentang sesuatu yang tak sempat tersampaikan air pada salju
Hingga membeku
Kotak musik itu berbisik....
Tentang susatu yang tak pernah tersampaikan tanya pada sebuah jawaban
Tentang sesuatu yang tak sempat tersamapaikan api pada kayu
Hingga mengabu
Kotak musik itu berbisik ....
Tentang sesuatu yang tak sempat tersampaikan awan pada hujan
Hingga mengembun
Kotak musik itu berbisik......
Tentang sesuatu yang tak sempat tersampaikan air pada salju
Hingga membeku
Kotak musik itu berbisik....
Tentang susatu yang tak pernah tersampaikan tanya pada sebuah jawaban
Senin, 21 November 2011
Ketika Cinta Memanggilmu, Katakanlah, Kejarlahh... !!
Mendengarkan seorang sahabat curhat, adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Dimana aku bisa lebih memahami, menggali dan mendapatkan banyak pelajaran yang sangat berharga yang bisa aku ambil hikmahnya dan menyimpulkan sesuatu sebagai wujud kegemaranku berteori.
Kemarin, seorang sahabat terbaikku menumpahkan sesuatu yang membuat aku juga seolah terbawa ceritanya. Ketika bermula dia mempunyai sahabat laki-laki yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. Ketika aku menuliskan ke dalam blog ini, bukan berarti ingin memblow up atau menguak privacy sahabat, sekedar share dengan rekan-rekan yang mungkin pernah atau sedang mengalami pengalaman yang serupa. Sama sekali tidak ada tendensi untuk mendeskriditkan seseorang. Hanya sekedar mengasah hoby ku menuangakan cerita yang aku dengar, dan metransformasikannya ke dalam sebuah tulisan.
Cerita bermula ketika beberapa tahun ke belakang, sahabat perempuanku mempunyai sahabat laki-laki yang karena lebih muda dia anggap sebagai sodaranya sendiri. layaknya seorang sahabat atau mungkin seorang kaka perempuan ke adiknya, sahabatku ini selalu mensupport segala hal yang menyangkut kehidupan sahabatnya tadi. Memang, beberapa penggalan waktu selalu mempertemukan mereka dalam sebuah komunitas, dan semua berjalan biasa saja, tidak ada sesuatu yang dianggap istimewa. Selepas SMA, sahabatkupun terpisah denganya. Remaja itu lalu pergi ke Bandung untuk meneruskan studynya. Sementara sahabatkupun meneruskan studynya di Tasikmalaya dan semakin larut dengan hoby barunya. Di pertengahan waktu setelah sekian discomunikasi, tiba-tiba laki-laki sahabatnya itu menelpon, menayakan kabar, dan kembali berbagi cerita tentang banyak hal. Dari saat itupun komunikasi kembali berjalan dengan intensnya. tapi masih tetep dengan frame sahabat, tanpa tendensi rasa apa-apa. Setiap lelaki itu pulang ke Tasikmalaya, pasti selalu menyempatkan menelpon dalam hitungan jam yang tak terputus, sampe pada suatu ketika, sahabat perempuanku itu bertanya spontan.
" Gimana, Kamu udah punya pacar belom??? mahasiswi bandung kan ok-ok ? "
tiba-tiba sahabat laki-lakinya spontan menjawab ,
" Nggak ah, hati saya udah terdampar sama orang tasik, di telpon ini "
sahabatkupun berceloteh dengan ringannya
" ahhh...... masa seeehhh.... anak kecil juga. berani gitu menembak kakaknya ?? "
laki-laki itupun tegas menjawab
" Beraniiii.... akan saya buktikaann... "
sahabatku menimpali dengan guyonan
" nggak percaya deeehhh.... buat ku kamu tetep sosok anak kecil, hahhahahahaha ".
Selepas percakapan di telpon itu, beberpa waktu pun berlalu, komunikasi antara sahabatku dengan sahabat lelakinya pun terputus. Nggak pernah ada kabar, baik berupa sms ataupun telpon. mungkin karena pada suatu hari sahabatku menceritakan kejadian itu kepada sahabat perempuannya yang lain yang tak bukan masih sahabat dari laki-laki itu. dan omongan itu mungkin dengan tidak sengaja sampe pula di telinga laki-laki itu. Waktu pun berjalan dengan cepatnya, sahabatku nggak pernah inget atau engeh dengan sahabat laki-lakinya. Kalopun tidak ada komunikasi mungkin karena dia terlalu sibuk dengan kegiatannya. Karena yang dia tau, sahabat laki-lakinya itu selalu aktif dalam kegiatan kerohisan di salah satu perguruan tinggi. Hingga ketika ada perubahan sikap pun sahabatku mengerti, mungkin karena laki-laki itu ingin lebih menjaga hijab. Karena pada suatu ketika dia pernah bicara
" Tidak ada kamus pacaran dalam hidup saya, kalopun saya suka atau cinta dengan seseorang, saya akan langsung melamarnya dalam waktu yang tepat ." dan sahabatkupun langsung mengiyakan dengan semanngat.
Pun mungkin dia telah konsentrasi dengan tesis yang harus segera dirampungkan, so, sahabat perempuanku ku mengapologize semua kehilangan itu. Sampai pada suatu hari sahabatku ini bermaksud mengikat janji dengan kekasihnya. Sahabat perempuanku ku pun sibuk mencari - cari data nama-nama teman yang akan dia undang. Dan dia teringat dengan sahabat laki-lakinya itu. Dia mengobrak-abrik berkas menelpon setipa nomor HP yang pernah dia tau, namun semuanya tidak aktif. termasuk ke nomor bandung yang sering dia menelpon tempat dia ngekost, hasilnya nihil. sampai sahabatku menemukan nomor telpon rumahnya yang di tasik, sahabatku pun langsung menelpon, dan yang ngangkat keluarganya. sahabatkupun menanyakan nomor HP sahabat laki-lakiny ayang masih aktif dan langsung menelponya. Namun hasilnya, tidak diangkat, hingga akhirnya sahabatkupun berinisiatif untuk mengundang by sms, dengan harapan, suatu waktu ketika dia tidak sibuk, dia bisa membacanya. Namun setelah sms terkirim, sms pun tak berbalas juga. Sahabat perempuanku sempet bertanya-tanya, kenapa?? tapi tidak begitu dipikirkan dengan husnudzonnya mungkin sahabt laki-lakinya itu sibuk. Dan sahabat perempuanku pun menikah.
Waktupun terus berlalu, dan semenjak pernikahan tersebut tidak ada satu kabarpun yang mengabarkan sahabatnya itu. sampai pada suatu hari, sahabatku dipertemukan dengan sahabatnya dengan ketidaksengajaan. Sebuah pekerjaan yang membawa sahabat perempuanku bertemu dengan sahabatnya via telpon. Sahabat perempuanku pun merasa senang, tanpa sungkan dia langsung membrondong dengan berbagai pertanyaan.
" Hey.. kemena aja, kenapa nggak dateng ke nikahan ?? sms nggak dibales juga "
Sahabat laki-lakinya pun cuman tersenyum kecil dari ujung gagang telpon. dia cuma menjawab
" Nggak apa-apa, maaf ya. maaf banget "
" Ya, udah nggak apa-apa koq. eh saya sedang hamil lho , doain ya "
" owh ya, selamat ya teh "
" iya makasi . ya udah atuh ya, sok sing sukses, klo mau komplen jangan sungkan2 "
Teleponpun terputus. Namun setelah itu, hp sahabat perempuanku bergetar. sebuah sms pun diterima. langsung dibuka dan dibaca
" Teh, maaf saya dulu nggak bales sms nya, pun nggak dateng waktu pernikahannya. sebetulnya saya kecewa, kecewa dengan keadaan, kecewa dengan diri sendiri. Tanpa teteh sadari, saya sudah menaruh niat sejak lama. Namaun selalu saya urungkan karena saya selalu dianggap anak kecil. Sampai saya meneruskan studi saya demi untuk menjadi sesuatu yang layak dan pantas. Bertahun-tahun saya simpan niat itu, samapai pada saat ketika pas pernikahan teteh, saya sudah siapkan diri untuk melamar. karena saat itu saya sudah merampungkan tesis saya, dan sebentar lagi di wisuda sebagai magister. Dan setelah lulus, saya berniat menikahi "
Seperti sebuah geledek, sahabat perempuanku hanya mampu termenung, memaknai kata demi kata yang ada di sms. Masih terkesiap dan kaget dengan semua isinya. Terharu dan nggak percaya. Seorang laki-laki yang sudah dia anggap adiknya sendiri ternyata mempunyai rasa sedalam itu, dan selama itu dia memendamnya. Tanpa sadar, sahabat perempuanku pun membalas nya .
" Terima kasih untuk niat nya. saya sama sekali tidak pernah menyangka dan tidak pernah tau. Tapi kenapa tidak ngobrol dari awal?? jauh sebelum semua ini terjadi?? Tapi sudahlah, semua sudah menjadi taqdir, saya sudah punya kehidupan yang saya anggap terbaik dan saya anggap surga. satu pesan saya, janganlah terlalu larut dalam bayang2 yang tidak mungkin untuk diwujudkan, teruskan hidupmu, dan satu hal lagi. Cinta adalah sebuah hak yang paling hakiki yang dianugrahkan Alloh dalam bentuk perasaan yang maha indah. Jika kamu menemukan seseorang yang memeang kamu cintai dan berharap dia untuk menjadi pasanganmu, maka katakanlah, dan kejarlah, sebelum semuanya terlambat dan berakhir dengan penyesalan. Seorang perempuan itu hanya mampu menunggu. Maka kejarlah dia, tundukan hatinya , dan buat dia merasa dewi untuk meampung semua tumpahan cintamu. dan waktu hanya akan menjadi pedang untuk kediamanmu. Belum tentu waktu yang kamu anggap sempurna akan menjadi sempurna seperti yang kamu rencanakan. "
Sms pun berbalas
" Ya saya mengerti, dan setelah saya ungkapkan semua ini, saya merasa sedikit lega. Saya yakin cinta sejati tidak harus memiliki. Cukup menasbihkan dalam hati untuk merasa bahagia melihat yang saya cintai bahagia."
" Ya Syukurlah kalau kamu sudah bisa meneima. Saya doakan, kamu mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari saya. Dan sekali lagi, Jika kamu mencintai seseorang dan ingin manjadikannya pasangan, maka katakanlah... kejarlaaaahh.... "
" Ya, makasi teh. ammiinn... saya akan coba. saya akan mengejar mimpi saya, Melupakan semua cinta yang bertahun-tahun saya pendam dan saya sembunyikan. Makasi ya teh... "
Sejak saat itu, sahabat laki-lakinya pun bangkit dengan kekuatan dan serpihan puing yang tersisa. Sampai pada suatu ketika, Sahabat perempuan saya menemukannya kembali di sebuah situs jejaring social, Dan sahabat perempuan saya pun merasa gembira ketika mambaca sebuah statusnya yang mengabarkan bahwa dia akan segera menikah. Menemukan belahan jiwa yang seharusnya dia. Tapi sahabat perempuanku segera menepisnya. Karena tidak sedikitpun cinta yang teralokasikan untuk sahabatnya. Hanya cinta dan sayang seorang sahabat..... dan dia yakin bahwa cintanya hanya dia dedikasikan untuk raja bagi hidupnya yang tak lain suaminya sendiri. Dan seperti itu pula kisah yang dia curhatkan dengan penuh haru, dan akupun ikut terharu. Satu mungkin yang bisa aku simpulkan dan ambil hikmah dari curhatan sahabatku ini bahwa
" Jika cinta memanggilmu, maka katakanlah, dan kejarlah sebelum semua terlambat. Dan kalaupun terlambat, maka ikhlaskanlah. Karena cinta sejati tidak harus memiliki. "
* True Story base on my friend tale , Just Enjoy Ur life sista....... ^_*
Kemarin, seorang sahabat terbaikku menumpahkan sesuatu yang membuat aku juga seolah terbawa ceritanya. Ketika bermula dia mempunyai sahabat laki-laki yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. Ketika aku menuliskan ke dalam blog ini, bukan berarti ingin memblow up atau menguak privacy sahabat, sekedar share dengan rekan-rekan yang mungkin pernah atau sedang mengalami pengalaman yang serupa. Sama sekali tidak ada tendensi untuk mendeskriditkan seseorang. Hanya sekedar mengasah hoby ku menuangakan cerita yang aku dengar, dan metransformasikannya ke dalam sebuah tulisan.
Cerita bermula ketika beberapa tahun ke belakang, sahabat perempuanku mempunyai sahabat laki-laki yang karena lebih muda dia anggap sebagai sodaranya sendiri. layaknya seorang sahabat atau mungkin seorang kaka perempuan ke adiknya, sahabatku ini selalu mensupport segala hal yang menyangkut kehidupan sahabatnya tadi. Memang, beberapa penggalan waktu selalu mempertemukan mereka dalam sebuah komunitas, dan semua berjalan biasa saja, tidak ada sesuatu yang dianggap istimewa. Selepas SMA, sahabatkupun terpisah denganya. Remaja itu lalu pergi ke Bandung untuk meneruskan studynya. Sementara sahabatkupun meneruskan studynya di Tasikmalaya dan semakin larut dengan hoby barunya. Di pertengahan waktu setelah sekian discomunikasi, tiba-tiba laki-laki sahabatnya itu menelpon, menayakan kabar, dan kembali berbagi cerita tentang banyak hal. Dari saat itupun komunikasi kembali berjalan dengan intensnya. tapi masih tetep dengan frame sahabat, tanpa tendensi rasa apa-apa. Setiap lelaki itu pulang ke Tasikmalaya, pasti selalu menyempatkan menelpon dalam hitungan jam yang tak terputus, sampe pada suatu ketika, sahabat perempuanku itu bertanya spontan.
" Gimana, Kamu udah punya pacar belom??? mahasiswi bandung kan ok-ok ? "
tiba-tiba sahabat laki-lakinya spontan menjawab ,
" Nggak ah, hati saya udah terdampar sama orang tasik, di telpon ini "
sahabatkupun berceloteh dengan ringannya
" ahhh...... masa seeehhh.... anak kecil juga. berani gitu menembak kakaknya ?? "
laki-laki itupun tegas menjawab
" Beraniiii.... akan saya buktikaann... "
sahabatku menimpali dengan guyonan
" nggak percaya deeehhh.... buat ku kamu tetep sosok anak kecil, hahhahahahaha ".
Selepas percakapan di telpon itu, beberpa waktu pun berlalu, komunikasi antara sahabatku dengan sahabat lelakinya pun terputus. Nggak pernah ada kabar, baik berupa sms ataupun telpon. mungkin karena pada suatu hari sahabatku menceritakan kejadian itu kepada sahabat perempuannya yang lain yang tak bukan masih sahabat dari laki-laki itu. dan omongan itu mungkin dengan tidak sengaja sampe pula di telinga laki-laki itu. Waktu pun berjalan dengan cepatnya, sahabatku nggak pernah inget atau engeh dengan sahabat laki-lakinya. Kalopun tidak ada komunikasi mungkin karena dia terlalu sibuk dengan kegiatannya. Karena yang dia tau, sahabat laki-lakinya itu selalu aktif dalam kegiatan kerohisan di salah satu perguruan tinggi. Hingga ketika ada perubahan sikap pun sahabatku mengerti, mungkin karena laki-laki itu ingin lebih menjaga hijab. Karena pada suatu ketika dia pernah bicara
" Tidak ada kamus pacaran dalam hidup saya, kalopun saya suka atau cinta dengan seseorang, saya akan langsung melamarnya dalam waktu yang tepat ." dan sahabatkupun langsung mengiyakan dengan semanngat.
Pun mungkin dia telah konsentrasi dengan tesis yang harus segera dirampungkan, so, sahabat perempuanku ku mengapologize semua kehilangan itu. Sampai pada suatu hari sahabatku ini bermaksud mengikat janji dengan kekasihnya. Sahabat perempuanku ku pun sibuk mencari - cari data nama-nama teman yang akan dia undang. Dan dia teringat dengan sahabat laki-lakinya itu. Dia mengobrak-abrik berkas menelpon setipa nomor HP yang pernah dia tau, namun semuanya tidak aktif. termasuk ke nomor bandung yang sering dia menelpon tempat dia ngekost, hasilnya nihil. sampai sahabatku menemukan nomor telpon rumahnya yang di tasik, sahabatku pun langsung menelpon, dan yang ngangkat keluarganya. sahabatkupun menanyakan nomor HP sahabat laki-lakiny ayang masih aktif dan langsung menelponya. Namun hasilnya, tidak diangkat, hingga akhirnya sahabatkupun berinisiatif untuk mengundang by sms, dengan harapan, suatu waktu ketika dia tidak sibuk, dia bisa membacanya. Namun setelah sms terkirim, sms pun tak berbalas juga. Sahabat perempuanku sempet bertanya-tanya, kenapa?? tapi tidak begitu dipikirkan dengan husnudzonnya mungkin sahabt laki-lakinya itu sibuk. Dan sahabat perempuanku pun menikah.
Waktupun terus berlalu, dan semenjak pernikahan tersebut tidak ada satu kabarpun yang mengabarkan sahabatnya itu. sampai pada suatu hari, sahabatku dipertemukan dengan sahabatnya dengan ketidaksengajaan. Sebuah pekerjaan yang membawa sahabat perempuanku bertemu dengan sahabatnya via telpon. Sahabat perempuanku pun merasa senang, tanpa sungkan dia langsung membrondong dengan berbagai pertanyaan.
" Hey.. kemena aja, kenapa nggak dateng ke nikahan ?? sms nggak dibales juga "
Sahabat laki-lakinya pun cuman tersenyum kecil dari ujung gagang telpon. dia cuma menjawab
" Nggak apa-apa, maaf ya. maaf banget "
" Ya, udah nggak apa-apa koq. eh saya sedang hamil lho , doain ya "
" owh ya, selamat ya teh "
" iya makasi . ya udah atuh ya, sok sing sukses, klo mau komplen jangan sungkan2 "
Teleponpun terputus. Namun setelah itu, hp sahabat perempuanku bergetar. sebuah sms pun diterima. langsung dibuka dan dibaca
" Teh, maaf saya dulu nggak bales sms nya, pun nggak dateng waktu pernikahannya. sebetulnya saya kecewa, kecewa dengan keadaan, kecewa dengan diri sendiri. Tanpa teteh sadari, saya sudah menaruh niat sejak lama. Namaun selalu saya urungkan karena saya selalu dianggap anak kecil. Sampai saya meneruskan studi saya demi untuk menjadi sesuatu yang layak dan pantas. Bertahun-tahun saya simpan niat itu, samapai pada saat ketika pas pernikahan teteh, saya sudah siapkan diri untuk melamar. karena saat itu saya sudah merampungkan tesis saya, dan sebentar lagi di wisuda sebagai magister. Dan setelah lulus, saya berniat menikahi "
Seperti sebuah geledek, sahabat perempuanku hanya mampu termenung, memaknai kata demi kata yang ada di sms. Masih terkesiap dan kaget dengan semua isinya. Terharu dan nggak percaya. Seorang laki-laki yang sudah dia anggap adiknya sendiri ternyata mempunyai rasa sedalam itu, dan selama itu dia memendamnya. Tanpa sadar, sahabat perempuanku pun membalas nya .
" Terima kasih untuk niat nya. saya sama sekali tidak pernah menyangka dan tidak pernah tau. Tapi kenapa tidak ngobrol dari awal?? jauh sebelum semua ini terjadi?? Tapi sudahlah, semua sudah menjadi taqdir, saya sudah punya kehidupan yang saya anggap terbaik dan saya anggap surga. satu pesan saya, janganlah terlalu larut dalam bayang2 yang tidak mungkin untuk diwujudkan, teruskan hidupmu, dan satu hal lagi. Cinta adalah sebuah hak yang paling hakiki yang dianugrahkan Alloh dalam bentuk perasaan yang maha indah. Jika kamu menemukan seseorang yang memeang kamu cintai dan berharap dia untuk menjadi pasanganmu, maka katakanlah, dan kejarlah, sebelum semuanya terlambat dan berakhir dengan penyesalan. Seorang perempuan itu hanya mampu menunggu. Maka kejarlah dia, tundukan hatinya , dan buat dia merasa dewi untuk meampung semua tumpahan cintamu. dan waktu hanya akan menjadi pedang untuk kediamanmu. Belum tentu waktu yang kamu anggap sempurna akan menjadi sempurna seperti yang kamu rencanakan. "
Sms pun berbalas
" Ya saya mengerti, dan setelah saya ungkapkan semua ini, saya merasa sedikit lega. Saya yakin cinta sejati tidak harus memiliki. Cukup menasbihkan dalam hati untuk merasa bahagia melihat yang saya cintai bahagia."
" Ya Syukurlah kalau kamu sudah bisa meneima. Saya doakan, kamu mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari saya. Dan sekali lagi, Jika kamu mencintai seseorang dan ingin manjadikannya pasangan, maka katakanlah... kejarlaaaahh.... "
" Ya, makasi teh. ammiinn... saya akan coba. saya akan mengejar mimpi saya, Melupakan semua cinta yang bertahun-tahun saya pendam dan saya sembunyikan. Makasi ya teh... "
Sejak saat itu, sahabat laki-lakinya pun bangkit dengan kekuatan dan serpihan puing yang tersisa. Sampai pada suatu ketika, Sahabat perempuan saya menemukannya kembali di sebuah situs jejaring social, Dan sahabat perempuan saya pun merasa gembira ketika mambaca sebuah statusnya yang mengabarkan bahwa dia akan segera menikah. Menemukan belahan jiwa yang seharusnya dia. Tapi sahabat perempuanku segera menepisnya. Karena tidak sedikitpun cinta yang teralokasikan untuk sahabatnya. Hanya cinta dan sayang seorang sahabat..... dan dia yakin bahwa cintanya hanya dia dedikasikan untuk raja bagi hidupnya yang tak lain suaminya sendiri. Dan seperti itu pula kisah yang dia curhatkan dengan penuh haru, dan akupun ikut terharu. Satu mungkin yang bisa aku simpulkan dan ambil hikmah dari curhatan sahabatku ini bahwa
" Jika cinta memanggilmu, maka katakanlah, dan kejarlah sebelum semua terlambat. Dan kalaupun terlambat, maka ikhlaskanlah. Karena cinta sejati tidak harus memiliki. "
* True Story base on my friend tale , Just Enjoy Ur life sista....... ^_*
Minggu, 20 November 2011
SePeNGGaL RoMaN BioLa Tak BeRdaWai....
Perang itu belum usai ketika aku berjibaku dengan pohonku sendiri.
Mempertahankan sesuatu yang aku anggap benar
Tertatih-tatih menjadi tameng untuk sebuah keinginan
Beringsut hingga menjadi asing untuk ranahku sendiri
Sampai pada suatu ketika...
Aku merasa tertikam dari belakang....
Terhuyung di tengah kecamuk jiwa yang seolah buncah....
Perang itu belum usai ketika aku menoleh ke belakang
Seorang gladiator terdiam....
Membiarkan ku terberondong seribu tanya
Dan gladiator itupun masih tetap diam....
Berpaling , berbalik lalu pergi
Membiarkanku terhunus pedangku sendiri.....
Perang itu belum usai ketika gelanggang serasa riuh...
Riuh dengan suara dan mimik mencela
Seolah ingin berkata
Bahwa yang ku lakukan selama ini
hanya berbuah sia-sia...
Perang itu belum usai
Ketika aku tersadar
Ini hanyalah sepenggal roman dari sebuah biola tak berdawai....
Mempertahankan sesuatu yang aku anggap benar
Tertatih-tatih menjadi tameng untuk sebuah keinginan
Beringsut hingga menjadi asing untuk ranahku sendiri
Sampai pada suatu ketika...
Aku merasa tertikam dari belakang....
Terhuyung di tengah kecamuk jiwa yang seolah buncah....
Perang itu belum usai ketika aku menoleh ke belakang
Seorang gladiator terdiam....
Membiarkan ku terberondong seribu tanya
Dan gladiator itupun masih tetap diam....
Berpaling , berbalik lalu pergi
Membiarkanku terhunus pedangku sendiri.....
Perang itu belum usai ketika gelanggang serasa riuh...
Riuh dengan suara dan mimik mencela
Seolah ingin berkata
Bahwa yang ku lakukan selama ini
hanya berbuah sia-sia...
Perang itu belum usai
Ketika aku tersadar
Ini hanyalah sepenggal roman dari sebuah biola tak berdawai....
Minggu, 13 November 2011
Elegi Sebuah Kristal Lama..
Dulu,
Aku pernah memeluk sebuah kristal
Kristal yang terendap dari sebuah rasa
Rasa yang sederhana....
Aku memeluknya sekian lama,
Hingga tak terhitung menit yang kuhabiskan sekedar untuk menjaganya
Sampai suatu hari, seekor burung datang
Membisikan sesuatu yang teramat sakit di telinga
Dan kau pun datang menamparkan beliung di muka ku...
Praakk.....
Kristal pun jatuh dari pelukan
Pecah..
Hancur berkeping hingga remuk tak berbentuk...
Dan aku luka dengan sempurna
Hingga tak terhitung berapa ratus malam ku habiskan dengan rintihan...
Aku jatuuuh.....
Rapuuhh...
Lumpuuuhhh.....
Sampai pada satu titik aku cba menyapukan pecahan kristal itu
Dan meleburnya menjadi sebuah kristal baru yan lebih indah
Tak perlu ku rupa serpihanya
Karena tak kan merupa sempurna seperti semula
Dan guratan sakit itu akan terus menghantui rasa...
Rasa yang tak lagi sempurna.....
Aku pernah memeluk sebuah kristal
Kristal yang terendap dari sebuah rasa
Rasa yang sederhana....
Aku memeluknya sekian lama,
Hingga tak terhitung menit yang kuhabiskan sekedar untuk menjaganya
Sampai suatu hari, seekor burung datang
Membisikan sesuatu yang teramat sakit di telinga
Dan kau pun datang menamparkan beliung di muka ku...
Praakk.....
Kristal pun jatuh dari pelukan
Pecah..
Hancur berkeping hingga remuk tak berbentuk...
Dan aku luka dengan sempurna
Hingga tak terhitung berapa ratus malam ku habiskan dengan rintihan...
Aku jatuuuh.....
Rapuuhh...
Lumpuuuhhh.....
Sampai pada satu titik aku cba menyapukan pecahan kristal itu
Dan meleburnya menjadi sebuah kristal baru yan lebih indah
Tak perlu ku rupa serpihanya
Karena tak kan merupa sempurna seperti semula
Dan guratan sakit itu akan terus menghantui rasa...
Rasa yang tak lagi sempurna.....
Jumat, 11 November 2011
MoZaiK CiNTa SaNG NaWaLa
Delapan putaran matahari yang berevolusi pada setiap porosnya, membutku tersadar betapa lelaki ini teramat istimewa. Membuat satu windu itu terasa satu menit , dan selama itu aku merasa menjadi Mahadewi abadi dalam kastil cintanya. Sebetulnya tidak perlu aku ceritakan, betapa lelaki ini bisa menjadi apapun di mataku. Tak banyak keluh, tak banyak tuntutan dan tak banyak yang harus aku sembunyikan. Dimataku dia menjadi apa adanya, pun di matanya aku menjadi apa adanya. tanpa topeng yang harus aku pasang demi menyembunyikan borok rupaku.Di matanya aku temukan telaga yang teramat luas dimana aku bebas melepas dahaga, berenang dengan bebasnya lalu menyelami setiap segar molekul air yang terpancar dari setiap mata air cintamu. Bukan sekedar kata jiga aku menulis semuanya, pun bukan gombal yang aku tujukan untuknya, jika mata dan hatiku tertunduk untuk hanya mengingatnya saja.
Delapan putaran matahari akupun terus meniti hari demi hari . Seperti semula, aku adalah perempuan yang setia pada sebuah cinta.... Aku mungkin pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi tidak sekuat ini, dan tak sehebat ini. Sebuah cinta yang berawal dari sebuah kekaguman. Kekaguman akan kata-kata yang membuatku gerimis, kekaguman akan kearifan yang membuatku tersadar, bahwa aku jatuh cinta sebelum aku bertemu denganya. Kekaguman akan kedewasaan yang membuatku terasa aman dan nyaman jika aku berkonsultasi dan berbagi berbagai hal tentang hidup dan kehidupan. Hingga aku sampai pada sebuah kesimpulan , bahwa dialah imam sejatiku, tepatnya pada beberapa waktu sekitar lima putaran bulan berotasi pada porosnya. Suatu hari setelah sholat , tiba-tiba terbias rupanya, dan aku berdoa " Rabb.. jika memang dia seseorang yang engkau utus untuk menjadi imam dan nahkodaku, maka dekatkanlah, permudahlah untuk setiap persatuan kami ". beberapa detik dari itu, Alloh menjawab do'aku dengan sebuah sms " Rabb... jika perempuan ini adalah seseorang yang Kau tititpkan dalam sisa usiaku untuk menajdi pelengkapku, maka dekatkanlah.. satukan kami dalam Taqorrub Pada Mu ", dan disela gerimis hatiku, aku hanya mampu membalas dengan satu kata " Insya Alloh "
Dan jawaban itu cukup sebagai pendeklarasian cinta kami, yang terungkapkan secara dewasa dan indah.
Delapan putaran matahari yang berevolusi pada porosnya terhenti sejenak di putaran ke lima. Dimana Cinta bertasbih degan indahnya, dimana magnet yang saling tarik menarik itu semakin kuat, Yang terserakpun terhimpun dalam sebuah ijab qabul yang suci. Beda melesap, membaur dan membias menjadi pelangi yang sangat indah. " Aku cinta kau hari ini, kemarin dan kemudian hari " itulah yang terjadi 2 November tiga tahun yang lalu, di mana pendeklarasian cinta itu mengubah dia yang awalnya haram, menjadi halal untuk ku, pun sebaliknya. Saujana pun tergelar, sauh terpancang dan bakhtera perjalanan perahu kitapun di mulai. Membelah lautan lepas yang ganas, yang menyimpan banyak mysteri dalam setiap episodenya. Entah ombak, entah karang, entah gunung es atau bahkan kawanan perompak yang akan menyandra kami dengan setiap bujuk rayu nya. Entahlah... yang jelas, kami hanya berbekal cinta dan niat suci, kami hanya menyandarkan tali jangkar kami terhadap qadho dan Qodar disela Roja akan berkah dan Ridho Nya, yaahh.. itu saja yang kami punya, hingga perjalanan Kapal kami genap pada 3 kali perputaran matahari berevolusi pada porosnya. Dan itu serasa sekejap. Meski sempit dan pahit kadang menyapa kami dengan sesaknya, tapi dia , sang lelaki istimewa itu selalu mengubah maind set ku menjadi sesuatu yang positif. Mengubah pikiran sempit menjadi luas dengan berbagai pintu-pintu keluar seperti halnya bangunan coloseum yang berada di italia, " Begitu banyak jalan menuju roma" dan tergantung dari sudut mana kita melihat dan memulai. Lelaki itu juga menjadi air untuk setiap letupan api ku, dan menjadi imam terbaik untuk ku dan Noyya anaku. Terlalu hyperbol mungkin jika aku tulis semua yang terjadi pada perjalanan aku tentang nya, dan di usia pernikahan kami yang ke tiga ini, aku hanya ingin tetap berkata : " Aku Cinta Kau Hari Ini, kemarin, Dan Untuk Kemudian Hari ".
**** Tulisan ini dedicated for My Lovely Husby " SIHABUDIN JAMIL ". Terima kasih untuk lautan cintamu yang tak bertepi, cinta yang tak bersyarat, cinta yang menerimaku apa adanya. Terima kasih untuk setiap air untuk semua letupan apiku, Terima kasih untuk semua hal positif yang kau tanamkan untuk ku dan putri kita Noyya, aku tidak bisa membalasnya, selain dengan kata-kata sederhana yang tak sempat tersampaikan api pada kayu hingga mengabu, " Aku Cinta Kau Hari Ini, Kemarin Dan Untuk Kemudian Hari "
Happy aniversary 4 us, Wish Alloh Always Blessing our Mariage
Langganan:
Postingan (Atom)





