Dari rasa yang membuatnya serasa surga
Dari tangan yang menggengam erat
Dari mata yang menatap teduh
Dari bahu yang menguat penuh
Luruh
Cinta tak pernah berkedip dari tatapnya
Dari lirikan halus yang menghujam jantung
Dari tatap yang mengacak rasa
Dari kerling yang tercuri diam diam
Dari kedipan yang berkata iya
Saya
Cinta tak pernah pergi dari tuannya
Saat senja mulai merangkak pergi
Meninggal lembayung yang tergantung di ujung Maghrib