Panggil saja saya umbara
Karena ragaku telah lama terdampar di ranah para Tubagus,
Bukan untuk mati, sekedar mencari arti
Dari sebuah kehidupan.
Panggil saja saya umbara,
Karena bapak dan ibuku selalu berkata " Kapan pulang Nak?"
Setelah takbir fitri berkumandang, aku masih tetap harus berjibaku dengan alam
Panggil saja saya umbara,
Karena jiwaku telah menyetubuhi bumi sunda kelapa,
Memeluk tiap inchi tanah,
Bergumul dengan buih air,
Mendekap setiap terumbu karang
Yang bergelut dengan tangan-tangan jahil
Panggil saja saya umbara,
Walau akhirnya harus pulang demi memelukmu
Meruntuhkan jiwa-jiwa kembaraku,
Karena jiwa ini terlalu lemah dan kalah
Oleh rengekan manja menggoda
Yang setiap saat bertanya
" Kapan pulang?? "

nice...like this.
BalasHapushatur nuhun
BalasHapus