Jumat, 26 Oktober 2012

CeLoTehKu TeNTang HiDuP.......

Hidup terkadang membuat kita terjerembab di dunia teka-teki dan labirynth yang berkepanjangan, tidak berujung dan kadang bingung menemukan jawaban. Rugilah rasanya kalau kita terus mempertanyaka hidup. karena hidup, sejatinya bukan untuk di jawab, tapi dijalani, diikuti setiap liukan dan lekukanya. Tidak peduli sepahit atau semanis apa. Hidup ini terlalu pendek untuk sekedar memikirkan bagaimana orang memandang kita, tapi bagaimana kita memandang diri kita sendiri untuk jadi yang terbaik dengan berpatokan pada Qur'an dan sunnah. Pandangan orang terkadang terlalu nisbi bahkan terlalu kejam untuk dijabarkan . tetai Qur;an dan hadits mutlak kebenarannya. Aku ingin sekali sampai pada titik level itu. Karena terkadang, sekarang aku sering sibuk berfikir bagaimana orangn memandangku, sibuk memoles dan melesapkan keburukan hanya di depan mata orang, yang kadang membuatku terjebak dalam kuldesak yang membuatku ringkih sendiri. Seketika ketika sampai pada keinsyafan, dan sedikit berkontemplasi dengan fikiran yang jernih tidak terkontaminasi atau netral, kadang aku suka ketawa sendiri, menertwakan lakuku yang kadang banyakan topeng. Dan aku hanya mengusap wajah dengan iringan istighfar untuk tidak melalukan itu lagi. Tapi sayang.... Imanku kadang naik dan kadang turun, kadang menguat kadang melemah, kadang berkurang dan bahkan bertambah, seperti fitrah manusi yang hidup dalam dua sisi mata coin yang kadang memenjarakan jiwa dalam warna abu-abu.

Hidup tidak hari ini yang sedang di lalui, hidup adalah kemarin dan esok serta hari-hari selanjutnya.
Bagamana kita mampu belajar dari masa lalu, membuat resume dan rangkuman, untuk diresensi dan dipilah -pilah mana yang harus dipertahankan, dilesapkan dan ditambah kadarnya. Kemarin adalah yang telah dilalui, dan kita hanya sekali-sekali meliriknya , seperti halnya kaca spion dalam sebuah kendarann ketika kita melaju, FFocuslah ke depan , ke jalan yang akan kita lalui, dan hanya sekali-sekali melirik spion untuk berhati-hati , mempelajari dari apa yang telah kita lalui dan nikmati. yang nyata dalam hidup adalah detik dimana kita betul-betul lalui , dan bagaimana kita menhabiskannya dengan hal yang terbaik. Bersikap arif pada waktu, karena waktu tidak akan bisa diulang walah hanya sedetik. Dn besok adalah sebuah mystery besar, di mana kita tidak tahu jalan seperti apakah yang akan kita lalui, Sedihkah, Senyumkah atau tangiskah???? setidaknya menyiapkan diri untuk ketetntuan apapun dengan bermodal sandaran kuat terhadap Rabb.. bisa meminimalisasi kita untuk membuat kesalahan dalam meresponse apa yang terjadi. Persiapakan syukur untuk setiap kebaikan, sabar untuk setiap keburukan, dan iman untuk tidak selalu menyalahakn Taqdir....



*** Tidak satupun hidup ini sebuah kebtulan..... kecuali dengan dengan Skenario Besar Sang Maha Sutradara.... seperti perahu kertas yang kita buat dan letakan di air..... Akhir dari nasibnya tergantung bagaimana ketangguhannya mengimbangi arus dan menyeimbangkan angin.... arus dan angin kebaikan hingga perahu itu sampai pada tujuan.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar