Aku menagis di penghujung ramadhan, melihat perlahan namun pasti ramadhan itu semakin jauh meninggalkanku dalam ketiadaan. Ketika Ku temui rupa puasaku yang tak lebih dari menahan haus dan lapar, ketika ku temui terawihku yang penuh dengan bolong-bolong kecil yang kian melebar, ketika ku temui halaman Al-Qurnaku yang masih jauh dari khatam. Padahal, Entah apa akan Kau temukan lagi aku dengan ramadahan selanjutnya???
Aku terlalu lena dengan kemudahan yang Kau beri Rabb,,,,, dengan kerjaan yang tak berujung, dan dengan kerajaan bisnisku yang tanpa di sadari telah menghimpitku dalam dunia tanpa koma. Aku terhanyut di dalamnya sehinga kadang aku terseret fikiranku sendiri yang kadang aku tidak sadar betapa besar berkah Yang Kau limpahkan kepadaku. Aku baru terbangun ketika aku mendapatkan print rekeningku yang tembus 300 lebih, Subhanallooh.... Rabb... betapa mungkinnya Engkau membuat sebuah keisengan menajdi sesuatu yang bisa dijadikan sandaran. tapi aku takut Rab... sedangkan timbal baliku pada Mu betapa minimnya. aku takut tidak bisa mensyukuri dan memanfaaatkan semuanya untuk kemaslahatan ummat. Aku takut itu semua akan membuat aku lengah......
Aku kembali menangis di penghujung ramadhan ketika ku tahu, aku tak bisa amemutar waktuku kembali. ketika aku tak mampu merewind tanggal - tanggal yang penuh barokah dan ampuann itu, ketika ku sadar aku tak cukup bekal untuk merayakan hari raya ini dengan penuh suka cita, karena esensinya bukan kemgahan fisik yang harus ku rayakan, tapi kemegahan spiritual yang membuatku kembali ke fitrah.
Aku menangis di penghujung Ramadahn. ketika aku belum tau, apakah aku dapat kembali mencium wanginya ramadhan tahun depan.........
Aku menangis di penghujung ramadahan, ketika ternyata aku merindukanmu sebelum engkau benar-benar pergi.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar